Selasa, 19 Mei 2026

Kopi Gayo

Harga Kopi Gayo di Pasaran Bener Meriah Hari Ini Stabil

Harga Kopi Gayo di pasaran Kabupaten Bener Meriah, Kamis (13/10/2022), dilaporkan stabil. 

Tayang:
Penulis: Bustami | Editor: Jafaruddin
For Tribungayo.com
Harga Kopi Gayo di pasaran Kabupaten Bener Meriah, Kamis (13/10/2022), dilaporkan stabil.  

Laporan Bustami | Bener Meriah 

TRIBUNGAYO.COM, RENDELONG - Harga Kopi Gayo di pasaran Kabupaten Bener Meriah, Kamis (13/10/2022), dilaporkan stabil. 

Sehari sebelumnya Harga Kopi Gayo mengalami kenaikan tipis.

Per bambu mengalami kenaikan Kopi Gayo Rp 2 ribu. 

Menurut salah satu agen penampung juga

Petani Kopi Gayo di Bener Meriah Safriadi pada Kamis (13/10/2022) kepada TribunGayo menyampaikan harga hari ini Kopi Gayo belum ada perubahan, masih stagnam dengan harga sebelumnya. 

Untuk harga gelondong per hari ini Kopi Gayo naik, atau ditampung Rp 18.000 per bambunya.

Sementara untuk harga gabah Kopi Gayo di angka Rp 48.000 per bambunya. 

Disampaikannya harga Kopi Gayo berangsur naik, disebabkan salah satu faktornya cuaca yang kian membaik.

Sehingga membuat proses panen dan pengeringan Kopi Gayo menjadi lancar.

Hal ini tentunya membuat para petani bersemangat untuk mengurus tanamannya tersebut.

Baca juga: Pabrik Kopi Gayo H Aman Biren Pegasing, Pabrik Kopi Tertua di Dataran Tinggi Gayo

Bahkan petani berharap agar harga Kopi Gayo terus berangsur naik

"Ya, untuk harga kopi hari ini masih sama dengan harga kemarin belum ada perubahan untuk gelondong Rp 18.000,' ujar Safriadi.

Sejarah Pabrik Kopi Gayo di Dataran Tinggi Gayo.

Pabrik Kopi Gayo yang didirikan Aman Bireuen pada Tahun 1948 terletak di Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing Aceh Tengah.

Pabrik Kopi Gayo itu termasuk salah satu yang tertua di Dataran Tinggi Gayo.

Ia salah seorang toke Kopi Gayo di Aceh Tengah 

Baca juga: Harga Kopi Gayo di Gayo Lues Turun Lagi, Petani Sampaikan Keluhan Ini

 Afriandi MS, cucu Aman Biren, menceritakan, nama Aman Biren ditabalkan kepada Ali Basyah.

Karena seringnya Ali Basyah berdagang ke Bireuen (Biren), kawasan pesisir di Aceh yang berbatasan langsung dengan Aceh Tengah.

Sebelum membangun pabrik kopi Gayo, Ali Basyah dikenal sebagai saudagar Kopi Gayo dan tembakau ke Bireuen. 

Ia berjualan Kopi Gayo dan tembakau ke Bireuen.

"Ari kena gatie ku Biren imasa oya, disebut le oleh masyarakat ni kake ni Aman Biren," kata Afriandi dalam bahasa Gayo.

Baca juga: Harga Kopi Gayo di Aceh Tengah Turun Rp 3.000/Bambu

Baca juga: Pabrik Kopi Gayo Aman Biren di Pegasing Aceh Tengah Berdiri 3 Tahun Setelah Proklamasi

Artinya, kurang lebih, "Oleh sebab seringnya ke Bireuen di masa itu, disebutlah oleh masyarakat kakek ni dengan Aman Biren."

Ali Basyah atau Aman Biren adalah Abang kandung dari Almarhum HM Hasan Gayo, tokoh Gayo yang berkiprah secara nasional di Jakarta.

Aman Biren juga memiliki pertalian dengan H Aman Kuba, juga salah seorang saudagar kopi Gayo. 

"Aman Kuba juga merupakan adik ipar kakek Aman Biren," kata Afriandi MS lagi.

Baca juga: Harga Kopi Gayo Naik di Aceh Tengah, Segini Harganya pada 9 Oktober 2022

Menurut cerita keluarga, lanjut Afriandi, dulu, para pedagang kopi dan tembakau dari Gayo, biasanya berangkat ke Bireuen secara berombongan. 

Seringkali Aman Biren, Aman Kuba dan saudagar-saudagar Kopi Gayo lainnya berangkat ke Bireuen berjualan Kopi Gayo dan tembakau. 

Belakangan Aman Biren berinisiatif mendirikan pabrik yang ia bernama Aman Biren pada tahun 1948.

Ini tentu  terkait dengan makin berkembangnya tanaman kopi Gayo, maka lahir pula kilang Kopi Gayo atau pabrik kopi Gayo.

Kilang Kopi Gayo Aman Biren, terletak di Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, lebih kurang 7 Km dari pusat kota Takengon.

Baca juga: Memasuki Musim Panen Harga Kopi di Bener Meriah Belum Stabil

"Awalnya pabrik ini dioperasikan untuk penggilingan padi. Tapi karena Kopi Gayo juga makin berkembang, kemudian pada 1990 didirikan pabrik Kopi Gayo," cerita Afriandi.

Baca juga: Harga kopi Gayo di Bener Meriah Hari Ini Naik Tipis, Berikut Rincian Harga Terbaru

"Pabrik ini dioperasikan  untuk  memudahkan masyarakat menggiling padi hasil dari sawah yang digarap masyarakat sekitar Kecamatan Pegasing.

Sebelum pabrik ini ada, masyarakat sekitar mengupas kulit  padi dengan cara tradisional, menggunakan jingki atau dengan kaki.

Kemudian jadi beras lalu dimasak untuk nasi," ujar Afriandi.

Baca juga: Singahmata, Hamparan Kebun Kopi Gayo, dan Danau Lut Tawar yang Anggun

Ali Basyah menangkap peluang ini dan mendirikan kilang padi.

Sehingga masyarakat makin dimudahkan. Peraktis, selepas panen, petani bisa langsung membawa padinya ke pabrik untuk dijadikan beras.

Usaha pabrik ini kian hari kian berkembang. Tanah Gayo juga kemudian marak dengan tanaman kopi Gayo. Kebun kopi tumbuh dimana-mana. 

Kopi membutuhkan pabrik atau kilang untuk dijadikan green bean atau "oros" yang diproses dari gabah. 

Putra Ali Basyah, bernama HM Saleh Nasri, atau ayah dari Afriandi lalu membangun kilang kopi di  pabrik itu.

Baca juga: Catat, Event Internasional Tour de Lut Tawar Hadirkan Etape Kopi Gayo, Lintasan Kebun Kopi

"Orang tua kami menambah fungsi pabrik menjadi kilang kopi pada 1990," ujar Afriandi.

Maka sejak itu, masyarakat petani kopi dan petani padi memanfaatkan keberadaan pabrik Kopi Gayo dan padi Aman Biren.

Baca juga: Harga Kopi Gayo di Gayo Lues juga Turun, Petani Mengaku Resah

Fungsi itu terus berlanjut sampai sekarang.

"Kami juga sedang melakukan perluasan lantai jemur," tambah Afriandi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved