Sabtu, 11 April 2026

Berita Bener Meriah

Dinas Kesehatan Bener Meriah Sidak Sejumlah Apotek dan Klinik

Dinkes Bener Meriah menginspeksi secara mendadak sejumlah apotek dan klinik pada Selasa (25/10/2022 di Kecamatan Timang Gajah

Penulis: Bustami | Editor: Jafaruddin
For Tribungayo.com
Dinas Kesehatan Bener Meriah menginspeksi secara mendadak sejumlah apotek dan klinik pada Selasa (25/10/2022) yang wilayah Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah 

Laporan Bustami | Bener Meriah 

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bener Meriah menginspeksi secara mendadak (sidak) sejumlah apotek dan klinik pada Selasa (25/10/2022) yang wilayah Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah.

Dalam sidak itu difokuskan lima macam obat sirup yang sudah dilarang peredarannya.

Pelaksanaan Sidak ini dilakukan untuk memastikan surat larangan yang sudah dikeluarkan oleh Dinkes Kabupaten Bener Meriah, terkait larangan peredaran obat-obatan jenis sirup.

"Razia ini kita lakukan untuk memastikan bahwa setiap Apotek dah klinik yang ada di wilayah Kabupaten Bener Meriah sudah mematuhi larangan penjualan Obat- obatan sirup bebas terbatas", ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah, Abd Muis kepada TribunGayo.com, Selasa (25/10/2022).

Muis juga mengatakan lima macam obat yang di larang peredarannya ini di antaranya jenis Termorex sirup (Obat Demam), Flurin DMP sirup (obat batuk dan flu).

Baca juga: Atasi Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Komisi V DPRA Minta Pemerintah Aceh Awasi Ketat Obat Sirup

Selanjutnya Unibebi cough sirup (obat batuk dan flu) Unibebi demam sirup (obat demam) dan Unibebi demam drops (obat demam).

"Dan Alhamdulillah semua apotek dan klinik yang sudah kita Surati sudah mematuhi larangan kita terhadap penjualan obat sirup terbatas tersebut", katanya

Dikatakannya juga untuk di Bener Meriah sendiri baru terdapat satu balita yang mengalami gejala tersebut.

"Laporan itupun kami terima langsung dari pihak orangtua anak itu sendiri pada Sabtu (22/10/2022) yang lalu setelah kejadian.

Dimana menceritakan anak tersebut mengalami gejala panas, demam dan muntah–muntah akhirnya dirujuk ke RSUD Zainal Abidin Banda Aceh pada 4 Oktober 2022 dan sampai di sana meninggal dunia", ungkapnya.

Baca juga: Tujuh Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak di Wilayah Gayo Alas, Enam Diantaranya Meninggal

Dijelaskan juga untuk pasien lain di Bener Meriah sampai sejauh ini belum ada laporan ke pihaknya.

Kendati demikian pihaknya juga terus melakukan pemantau ke setiap puskesmas ataupun rumah sakit umum yang ada di Bener Meriah.

Fitra Yudi salah satu pengelola klinik di lampahan juga mengatakan, sejauh ini respon masyarakat sangat bagus dan sangat patuh terhadap larangan obat- obatan tersebut.

"Dimana saat ini ketika kita meresepkan obat sirup, masyarakat sudah tidak mau.

Namun kelemahannya terdapat di saat masyarakat yang biasanya berobat cukup di apotik atau toko obat.

Baca juga: Seorang Balita Asal Bener Meriah Meninggal Dunia karena Gagal Ginjal

Namun untuk saat ini tidak bisa, harus dilayani oleh pelayanan kesehatan", Jelasnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved