Minggu, 12 April 2026

Kopi Gayo

Harga Kopi Gayo di Bener Meriah Terjun Bebas, Cek Harga Terbarunya

Karena harga kopi Gayo terus turun, menyebabkan para petani pun semakin resah, karena saat ini masih berlangsung musim panen. 

Penulis: Bustami | Editor: Mawaddatul Husna
For TribunGayo.com
Harga Kopi Gayo di Bener Meriah turun drastis. 

Laporan Bustami | Bener Meriah 

TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Di Kabupaten Bener Meriah harga kopi Gayo dilaporkan turun drastis hari ini, Senin (31/10/2022).

Dalam sepekan, harga kopi di Tanah Gayo terpantau terus bergerak ke bawah, khususnya di Bener Meriah sebagai penghasil kopi arabika terbesar.

Karena harga kopi Gayo terus turun, menyebabkan para petani pun semakin resah, karena saat ini masih berlangsung musim panen. 

Baca juga: Hari Ini Harga Kopi Gayo di Gayo Lues Merosot Lagi

Di kabupaten Bener Meriah harga kopi arabika jenis green bean asalan hari ini di angka Rp 73.000 per kilogram.

Angka ini turun drastis dari harga sebelumnya mencapai Rp 80.000 perkilogram pada pertengahan bulan Oktober Selasa (18/10/2022).

Eksportir Kopi Gayo. Koko kepada TribunGayo.com, Senin (31/10/2022) menyatakan, perkembangan harga kopi Gayo yang makin "terjun bebas" dari hari ke hari. 

"Kita tidak tahu sampai kapan keadaan akan membaik yang pasti ini disebabkan produksi yang melimpah serta sedikitnya kontrak pembelian," ujarnya.

Baca juga: Stevanus Peracik Kopi Gayo di Jakarta tapi Belum Pernah ke Gayo

Ia berharap keadaan dapat segera membaik dan petani kopi Gayo bisa bernafas lega.

Agen penampung kopi di Kecamatan Wih Pesam Winata Gayo juga menyampaikan hal yang sama.

Ia berharap keadaan segera berubah dan petani kopi Gayo bisa merawat kebun dengan lebih baik.
 
"Faktor musim penghujan juga menjadi salah satu faktor selalu merosotnya harga kopi, lantaran biji kopi merah terlalu sering terkena air hujan, sehingga mengalami perubahan gestur (bentuk) yang cenderung lebih besar dari normalnya,” jelasnya.

Menurutnya, apabila cuacanya cerah satu kaleng kopi gelondong bisa menghasilkan gabah 4 bambu, namun jika musim hujan satu kaleng kopi gelondong hanya menghasilkan 3,5 bambu. 

“Sejak beberapa hari ini cuaca mulai cerah, walaupun hanya setengah hari namun kita berharap harga kopi dapat turus membaik,” katanya.

Aceh Tengah dan Bener Meniah memasuki puncak panen raya sampai pada bulan Desember.

Areal kopi arabika di dua kabupaten tersebut sekitar 106 ribu hektar dengan produksi rata-rata 750 Kg per hektare.

Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan penghasil kopi arabika utama di Indonesia. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved