Piala Dunia 2022

Terlalu Mencampuri Urusan Politik dalam Sepakbola, Fans Jerman Pudar

Pesawat mendarat dengan mulus di bandara. Segerombolan pria turun dari pesawat dengan wajah lesu.

TRIBUNGAYO.COM - Pesawat mendarat dengan mulus di bandara. Segerombolan pria turun dari pesawat dengan wajah lesu.

Nyaris tanpa senyum.Ketegangan terpancar dari raut wajah mereka.Tak ada seremoni penjemputan.

Mereka berlalu begitu saja keluar dari bandara dengan wajah tertunduk.

Kemarin Tim Sepakbola Jerman tiba dengan selamat di negaranya.

Jerman harus pulang lebih awal setelah gagal di Piala Dunia Qatar 2022.

Jerman kandas masuk perdelapan final.

Salah satu torehan buruk sepakbola Jerman di Piala Dunia.

Jerman dikecam berbagai kalangan, terutama di Asia, karena telah mencampuradukkan politik, ideologi dengan sepak bola.

Awalnya bukan soal politik tetapi lebih kepada prinsip dan tradisi.

Jerman memaksakan tradisi di negaranya mengakui LGBT saat memasuki Qatar. Sesuatu yang sangat tabu dan dilarang di negara Muslim seperti Qatar.

Kampanye LGBT Jerman bahkan menjurus ke persoalan politik ideologi bangsa yang dipertontonkan oleh para anggota tim kesebelasan bahkan saat bertanding.

Sebelum bertanding melawan Jepang, Tim Jerman melakukan aksi tutup mulut di lapangan.

Bahkan Menteri Dalam Negeri Jerman menggunakan ban Pelangi simbol LGBT di lengannya saat berada di stadion.

Juga pemain Jerman terkesan mengejek pemain Jepang yang berpostur mini saat mereka berlari mengejar bola di lapangan.

Simpati terhadap Jerman, terutama fans asal Asia, pun pudar.

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved