Berita Aceh Tenggara
Benteng Kuta Reh, Monumen Bersejarah Perang Aceh - Belanda di Tanah Alas
Benteng Kuta Reh ini merupakan saksi bersejarah dalam tragedi bagian dari Perang Aceh melawan pasukan Belanda yang sangat panjang
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jafaruddin
Laporan Asnawi I Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Benteng Kuta Reh adalah monumen yang memiliki sejarah bagi kemerdekaan RI.
Monumen ini berada di Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.
Benteng Kuta Reh ini merupakan saksi bersejarah dalam tragedi bagian dari Perang Aceh melawan pasukan Belanda yang sangat panjang.
Tragedi Benteng Kuta Reh ini terjadi 110 tahun yang lalu ata tanggal 14 Juni 1904 yang berlokasi di Kecamatan Bambel dengan kasus serangan atau pembantaian terhadap korban pembela dan penduduk Kuta Reh.
Dalam tragedi Benteng Kuta Reh itu, sebanyak 2.922 rakyat Alas dibantai oleh pasukan Gotfried Coenraad Ernst van Daalen atas perintah Gubernur Militer Belanda di Aceh.
Baca juga: Wisata Bener Meriah Radio Rimba Raya Bukti Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Tanah Gayo
Baca juga: Wisata Aceh Tengah, Museum Negeri Gayo Miliki 370 Lebih Benda Bersejarah
Korban yang mati syahid sendiri terdiri dari 1.773 laki-laki dan 1.149 perempuan.
Menurut Kempes dan Zentgraaff korban lebih banyak lagi yakni berjumlah 4.000 orang.
Ini adalah genosida pertama yang di lakukan oleh Belanda di Indonesia.(*)
Baca juga: Muhammad Ridwan Dukung Penulisan Buku Sejarah dan Prasejarah Gayo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Monumen-Bersejarah-di-Aceh-Tenggara.jpg)