Tsunami Aceh 2004

Insan Pers Larut dalam Doa Bersama Mengenang 18 Tahun Tsunami Aceh

Saya salah satu korban yang merasakan langsung tsunami, alhamdulillah saya percaya sampai hari ini, silaturahmilah yang membuat kita kuat bersama.

FOR TRIBUNGAYO.COM
Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal menghadiri doa bersama mengenang 18 tahun Tsunami Aceh, di Museum Aceh, Banda Aceh, Minggu (25/12/2022). 

TRIBUNGAYO.COM, BANDA ACEH - Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam organisasi profesi pers larut dalam doa bersama mengenang bencana 18 tahun Tsunami Aceh, yang berlangsung di Museum Aceh, Minggu (25/12/2022) malam.

Dalam kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal.

Almuniza Kamal memuji kekompakan jurnalis lintas organisasi profesi pers dalam rangka mengenang bencana 18 tahun tsunami Aceh tersebut.

Pujian itu disampaikan Almuniza saat menghadiri undangan doa bersama dengan tema 'Rindu dan Doa Kami Tak Pernah Berhenti'.

Doa bersama dipandu oleh Ustaz Nurchalis Muchtar di pelataran Rumoh Aceh, Kompleks Museum Aceh.

Baca juga: Tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 ke-110 Kalinya Terjadi di Indonesia

"Suatu kehormatan bagi kami (Disbudpar) ke semua profesi jurnalis lintas organisasi pers yang telah mempertahankan kegiatan yang positif ini.

Hal ini sangat kompak, semua duduk bersila di Rumoh Aceh, inilah kebersamaan yang tidak ternilai. Kita berharap semoga Allah menjabah doa kita semua," kata Almuniza Kamal saat memberikan testimoni.

Almuniza mengisahkan, dirinya juga bagian dari korban keganasan bencana tsunami yang memporak-porandakan Aceh 18 Tahun silam. Kata dia, ada beberapa keluarganya yang hilang dalam tragedi mahadasyat tersebut.

"Saya salah satu korban yang merasakan langsung tsunami, alhamdulillah saya percaya sampai hari ini, silaturahmilah yang membuat kita kuat bersama," ucapnya.

Baca juga: Mengenang Gempa dan Tsunami 2004, Tangis Para Korban dan Mata Dunia Tertuju pada Aceh

Perwakilan organisasi profesi pers, Nasir Nurdin menyampaikan, 18 tahun merupakan waktu yang panjang.

Namun semangat awak media yang saat ini masih diberi umur panjang masih mengingat rekan se-profesinya yang sudah duluan dipanggil yang Maha Kuasa lewat bencana tsunami.

Ia berharap, cita-cita itu bisa dilanjutkan oleh generasi saat ini, untuk menjunjung tinggi profesionalitas jurnalis dalam membangun Aceh ke depan.

"18 tahun waktu yang panjang, saya rasa teman-teman tentu akan melanjutkan estafet untuk membangun Aceh melalui karya atau melanjutkan cita-cita sahabat kita yang sudah mendahuli kita," kata Ketua PWI Aceh itu.

Kegiatan ini sendiri merupakan agenda tahunan organisasi profesi konstituen Dewan Pers di Aceh, yang terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).

Selain doa bersama, di lokasi kegiatan ini juga ada pameran foto bertajuk 'Ruemeh' yang dihelat PFI Aceh hingga 27 Desember 2022.

Foto-foto yang dipajang tersebut menyoroti budaya masyarakat Aceh yang ramah, serta pesona keindahan alam “Serambi Mekkah” pasca-tsunami dan pandemi Covid-19. (*)

Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved