Berita Aceh Tenggara
Tak Ada Jembatan Penghubung Setiap Hari Pelajar Arungi Sungai ke Sekolah
Para pelajar itu mengarungi sungai hingga sampai ke tepian yang menghubungkan Desa Sejahtera, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mawaddatul Husna
Laporan Asnawi | Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Sejumlah pelajar dari Desa Rambe Belang, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, setiap hari mengarungi sungai ke sekolah.
Para pelajar itu mengarungi sungai hingga sampai ke tepian yang menghubungkan Desa Sejahtera, Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara.
Para pelajar ada yang melintasi sungai dengan sepeda motor dan juga ada yang berjalan kaki.
Baca juga: Mantan Bupati Aceh Tenggara Meninggal, Ketua PWI Agara: Kami Kehilangan Tokoh Pembangunan Aceh
Dikarenakan tak ada jembatan penghubung antara Desa Rambe Belang dan Desa Sejahtera, terpaksa setiap pergi dan pulang sekolah, sejumlah pelajar ini harus membuka sepatu dan menentengnya.
Hal itu dilakukan agar sepatu mereka tak basah ketika mengarungi sungai.
"Mopen yang disewa menunggu di daratan untuk membawa pelajar tingkat SMP, SMA diantar ke sekolah dan nnati dijemput ketika pulang sekolah.
Baca juga: Selama Dua Hari Jumlah Pembuat SIM di Aceh Tenggara Capai 43 Orang
Aktivitas seperti ini sudah bertahun-tahun dia lakukan untuk angkut pelajar Tanoh Karo Sumatera Utara bersekolah di Aceh Tenggara," ujar Sopir Mopen Nazri.
Ia merasa prihatin kepada pelajar itu ketika musim penghujan tak bisa melintas terpaksa kendaraan dari perbatasan Aceh Tenggara- Sumatera Utara menjemput ke Rambe Belang.
Menurutnya, pelajar di daerah itu berharap dibangun jembatan alternatif sepanjang 15 meter.
Agar memudahkan pelajar melintas ketika pergi dan pulang sekolah. Pembangunan jembatan itu harus berkoordinasi antara Pemkab Aceh Tenggara dengan Tanah Karo Sumatera Utara. (*)
Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/PELAJAR-ARUNGI-SUNGAII.jpg)