Berita Aceh Tenggara

Rp 1,7 M untuk Pengadaan Benih Jagung & Padi Gagal di Aceh Tenggara, LIRA Sampaikan Ini ke Pj Bupati

Anggaran Rp 1,7 miliar bersumber dari dana DOKA tahun 2022 Pemkab Aceh Tenggara untuk pembelian bibit jagung dan benih padi gagal.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Rizwan
Dok. LIRA
Bupati LIRA Aceh Tenggara M Saleh Selian 

Laporan Asnawi I Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Anggaran Rp 1,7 miliar bersumber dari dana DOKA tahun 2022 Pemkab Aceh Tenggara untuk pembelian bibit jagung dan benih padi gagal.

Padahal, Kedua jenis benih itu akan dibagikan gratis untuk  petani oleh Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara.

Dampak gagal pengadaan karena gagal tender sehingga anggaran harus dikembalikan ke kas daerah.

Hal itu dikatakan Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara, M Saleh Selian kepada TribunGayo.com, Kamis (12/1/2023).

LIRA merasa prihatin melihat proyek pengadaan bibit jagung dan padi yang diperuntukkan bagi petani gagal tender.

"Ini menunjukkan kalau mereka tidak becus bekerja dan mengelola anggaran yang ada," katanya.

Padahal, ujar LIRA anggaran ini apabila dialokasikan untuk pembelian bibit jagung dan padi, tentunya sangat membantu petani untuk mendapatkan bantuan bibit gratis.

Baca juga: Jatah Urea Tahun 2023 di Aceh Tenggara 12 Ribu Ton, Warga Berharap Polda Aceh Awasi Pendistribusian

Dimana Pj Bupati Aceh Tenggara Drs Syakir MSi gencarkan inflasi dan menekan angka kemiskinan di Aceh Tenggara dan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya petani.

Namun, proyek pengadaan bibit jagung dan padi senilai Rp 1,7 miliar harus dikembalikan ke kas negara, karena tidak sukses melaksanakan tender proyek pengadaan tersebut.

"Kegagalan instansi yang tidak mampu mengelola anggaran rakyat dengan baik sehingga dikembalikan ke kas. Ini harus menjadi catatan bagi Pj Bupati Aceh Tenggara dan DPRK untuk melakukan evaluasi kinerja di Distan Agara," pinta M Saleh Selian.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara, Mustapa Kamal SP membenarkan anggaran DOKA sebesar Rp 1,7 miliar terpaksa dikembalikan ke kas negara karena gagal ditenderkan. 

"Saya merasa prihatin proyek ini, seharusnya bisa membantu petani padi dan jagung gratis di bumi sepakat segenap, tetapi uang harus dikembalikan ke kas negara," katanya.(*)

Update berita lainnya di TribunGayo.com dan Google News

Baca juga: Hasil Forensik RS Regional Takengon Ambruk Diserahkan ke Polda Aceh, MaTA: Beri Akses Kepada Publik

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved