Berita Aceh

PJ Gubernur Aceh Surati Menteri PUPR Minta Percepat Pembangunan Irigasi Krueng Pase di Aceh Utara

Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyurati Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), RI untuk meminta dukungan penyelesaian Bendungan I

Editor: Jafaruddin
For Tribungayo.com
Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki 

TRIBUNGAYO.COM,LHOKSUKON – Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki menyurati Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), RI untuk meminta dukungan penyelesaian Bendungan Irigasi Krueng Pase di Aceh Utara.

Pasalnya pembangunan bendung irigasi yang dilakukan sejak 2021 itu dinilai lamban pengerjaan, sehingga sampai sekarang belum selesai.

Dampak dari lambannya pengerjaan bendungan tersebut mengakibatkan petani di Aceh Utara sudah beberapa kali mengalami gagal panen. Selain itu sebagian petani juga tidak bisa turun ke sawah,

Untuk diketahui, proyek Bendung Krueng Pase yang berada di perbatasan Desa Leubok Tuwe Kecamatan Meurah Mulia dengan Desa Maddi Kecamatan Nibong, Aceh Utara mulai dibangun pada Oktober 2021.

Proyek multiyears (tahun jamak) tersebut ditender Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh.

Baca juga: Ketua DPRK Minta Pemerintah Aceh Bangun Irigasi Lawe Kinga di Aceh Tenggara

Surat Pj Gubernur Aceh yang disampaikan ke Menteri PUPR tertanggal 3 Januari 2023 dengan perihal dukungan penyelesaian Bendung DI Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara.

Isi Surat tersebut yaitu: 

1. Menyikapi lambannya pembangunan Bendung Irigasi Daerah Irigasi Krueng Pase sesuai target sudah raulai dilaksanakan sejak Oktober 2021 sampai dengan Desember 2022 yang dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYG).

bahwa sampai akhir Desernber 2022 kemajuan fisik baru mencapai 65,5 Yo dan penyelesaiannya akan dilanjutkan dalam Tahun Anggaran 2023 dari sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

2. Bahwa selama pelaksanaan tahap awal pada Tahun Anggaran 2021 sampai dengan 2022 sudah 3 (tiga) kali Musim Tanam (MT) petani belum dapat turun ke sawah,

dan dapat dipastikan dalam Tahun 2023 sangat berpotensi 2 (dua) kali Musim Tanam (MT) akan gagal panen pada luas areal 8.922 Ha sehingga akan terjadi ancaman kerawanan pangan dan kerawanan sosial.

Baca juga: Puluhan Petani di Aceh Utara Shalat Istisqa di Dekat Areal Sawah yang Kering Kerontang

Baca juga: Seribuan Hektare Sawah yang Berisi Padi di Aceh Utara Kembali Terendam Banjir

3. Berkenaan hal tersebut di atas, dimohonkan kepada Bapak Menteri untuk membantu langkah-langkah antisipasi dalam rangka menjamin ketersediaan air irigasi sehingga masyarakat petani tidak terulangi gagal tanam di Tahun 2023.

“Surat tersebut juga ditembuskan kepada Bapak Pj Bupati Aceh Utara,” ujar Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Muslem Araly SSos, kepada Serambinews.com, Senin (23/1/2023).

Disebutkan, selain itu Pemkab Aceh Utara juga sudah pernah menyampaikan persoala serupa kepada Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SKNVT), Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera I, juga dengan perihal yang sama. (*)

 

Update berita lainnya di TribunGayo.com dan GoogleNews

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved