Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Tengah

Bappeda Aceh Tengah Gelar Musrembang Kecamatan, Rumuskan Program Prioritas 2024

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Aceh Tengah mulai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan...

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Romadani | Editor: Jafaruddin
TRIBUNGAYO.COM/ROMADANI
Bappeda Aceh Tengah mulai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan di Kecamatan Kebayakan, Senin (6/3/2023). 

Laporan Romadani | Aceh Tengah 

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Aceh Tengah mulai menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan.

Kali ini diawali di Kecamatan Kebayakan, Senin (6/3/2023).

Diketahui, Musrenbang tersebut merupakan salah satu tahapan dalam proses penyusunan rencana kerja pemerintah daerah secara partisipatif untuk menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat. 

Kepala Bappeda Aceh Tengah Drs Amir Hamzah, MM mengatakan Musrenbang dilaksanakan selama 8 hari di masing-masing 14 Kecamatan.

Amir Hamzah berharap pejabat yang mewakili kepala perangkat daerah minimal pejabat yang setara dengan eselon 3.

Baca juga: Desa Merah Mersa Gelar Musrenbang, Camat Lut Tawar: Harus Mengikuti Arah Kebijakan

"Harus bertanggung jawab dan sinkronisasi usulan prioritas kecamatan, dan rancangan kerja perangkat daerah tahun 2024," jelas Amir. 

Selanjutnya, kata Amir, Musrenbang kecamatan akan menjadi bahan perangkat daerah untuk pembahasan di forum perangkat daerah yang selanjutnya akan dibahas pada Musrenbang kabupaten. 

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah Subhandhy AP MSi mengatakan pada tahun 2024, masih dibayangi isu resesi ekonomi global. 

Kemungkinan, hal itu berdampak pada komoditi unggulan daerah yaitu produk pertanian dan Kopi Arabika Gayo yang merupakan komoditi ekspor. 

Baca juga: Aceh Utara Peringkat 7 Indeks Inovasi Daerah, Kepala Bappeda: Dapat Meningkat Lagi Tahun 2023

"Perlu direncanakan peningkatan domestik demand atau versifikasi produklk olahan tidak lagi menjual kopi dalam bentuk green bean," kata Subhandhy. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved