Selasa, 21 April 2026

Berita Gayo Lues

Harga Getah Pinus di Gayo Lues Merosot Lagi

Harga getah pinus (Tusam) merosot dalam beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Gayo Lues (Galus).

Penulis: Rasidan | Editor: Jafaruddin
TRIBUNGAYO/RASIDAN 
Harga getah pinus di kabupaten Gayo Lues anjlok dan merosot, Minggu (2/7/2023) 

Laporan Rasidan I Gayo Lues 

TRIBUNGAYO.COM, BLANGKEJEREN - Harga getah pinus (Tusam) merosot dalam beberapa hari terakhir ini di Kabupaten Gayo Lues (Galus).

Kondisi ini dilaporkan tidak hanya terjadi di Gayo Lues saja, tapi terjadi seluruh indonesia. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribungayo.com, Minggu (2/7/2023), harga getah pinus mengalami turun dari harga sebelumnya Rp 14.000 perkilogram, turun berangsur-angsur selama ini.

Bahkan saat ini harga getah pinus ditampung perusahaan penampungan getah pinus tersebut berkisar Rp 9.000 perkilogram.

Bahkan menurut informasi, kini sejumlah perusahaan penampungan getah pinus yang ada selama ini di Aceh maupun di luar Aceh, 

Baca juga: Didong Dalam Trans Jakarta: Lengking Jalan Malaka Cibubur

dilaporkan juga tidak menampung atau membeli lagi untuk sementara waktu getah pinus hasil penderesan dari masyarakat tersebut, setelah harga getah pinus itu merosot.

Diketahui, setelah harga getah pinus di kabupaten tersebut selama ini bertahan ditingkat harga Rp 10.000- Rp 14.000 perkilogram. 

Kini masyarakat dan petani serai wangi di kabupaten Galus tersebut, kini ramai-ramai beralih menjadi penderes getah pinus.

PT Kencana Hijau Bina Lestari  (KHBL) salah satu perusahaan penampungan getah pinus di Kabupaten Gayo Lues, melalui Operational Manager, Benen Suhartono, kepada Tribungayo.com, mengatakan, saat ini harga getah pinus mengalami anjlok dan merosot.

Bahkan ini terjadi di seluruh Indonesia, sehingga sejumlah perusahaan penampungan pun dikabarkan memilih untuk menunda penampungan atau pembelian getah pinus dari masyarakat atau penderes.

Baca juga: BRI Liga 1 2023/2024 Dewa United vs Arema FC, Prediksi Pertandingan, Preview Tim, dan Susunan Pemain

Dia mengaku, penyebab harga getah pinus anjlok diduga lemahnya perputaran uang untuk saat ini.

Selain melemahnya perekonomian Indonesia yang terjadi pada saat ini, sehingga dampaknya juga berpengaruh terhadap harga getah pinus tersebut.

Menurutnya, harga getah pinus akan normal dan stabil kembali diperkirakan sekitar bulan Oktober atau November mendatang, bahkan anjloknya harga getah pinus tersebut bukan seolah-olah permainan perusahaan atau agen penampungan selama ini.

"Saat ini di perusahaan PT.KHBL harga getah pinus tersebut masih ditampung Rp 9000 perkilogram.

Harga itu  turun dari harga sebelumnya Rp 14.000 perkilogram yang mengalami turun secara berangsur-angsur akhir-akhir ini," sebutnya.(*)

Update berita lainnya di TribunGayo.com dan GoogleNews

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved