Video
Video Anggota DPRA Bardan Sahidi Tinjau SMAN 19 Takengon Pasca Terkena Material Longsor
Bardan Sahidi dan Susilawati tiba sekitar pukul 10.37 WIB dengan mengenakan sepatu boot untuk melewati jalan yang rusak akibat material longsor.
Penulis: Romadani | Editor: Bagus Setiawan
Laporan Romadani | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Bardan Sahidi melakukan kunjungan ke SMAN 19 Takengon setelah terjadinya longsor di Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, pada Senin (19/11/2023).
Dalam insiden longsor tersebut, tiga ruang kelas siswa mengalami kerusakan parah, dan badan jalan di pintu gerbang runtuh sekitar 30 meter.
TribunGayo.com melaporkan bahwa Bardan Sahidi dalam kunjungannya didampingi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah, Susilawati.
Bardan Sahidi dan Susilawati tiba sekitar pukul 10.37 WIB dengan mengenakan sepatu boot untuk melewati jalan yang rusak akibat material longsor.
Kepala Sekolah SMAN 19 Takengon, Muhammad S Ag, menyambut baik kedatangan dua politisi PKS tersebut untuk melihat langsung kerusakan fasilitas sekolah.
Anggota DPRA Bardan Sahidi menyampaikan bahwa penanganan pasca bencana sudah diambil alih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah.
"Selain itu, terdapat partisipasi dari masyarakat yang diinisiasi oleh Kepala Sekolah, Komite, dan siswa," kata Bardan.
Bardan menyebutkan bahwa kerusakan pada tiga ruang kelas sudah dimasukkan dalam usulan perbaikan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2024.
Melihat pentingnya pengembangan SMAN 19 Takengon di Rusip Antara, Bardan menilai bahwa opsi terbaik adalah memindahkan trase badan jalan.
"Dengan izin Allah, dalam waktu dekat ini akan ditangani oleh pemerintah Aceh," jelas Bardan.
Kepala Sekolah SMAN 19 Takengon, Muhammad S Ag, menyampaikan terima kasih kepada dua politisi PKS, Bardan Sahidi dan Susilawati.
Menurutnya, Dinas Pendidikan Aceh telah memberikan tindak lanjut, dan sekarang mereka menunggu langkah selanjutnya dari DPRA Komisi Pendidikan agar perbaikan sekolah ini dapat direalisasikan.
"Ini adalah kondisi sekolah kita, Pak. Kabid Sapras Dinas Pendidikan Aceh juga sudah datang dan akan berkomunikasi dengan Komisi Pendidikan di DPRA, yaitu Pak Bardan," ungkapnya. (*)