Kamis, 7 Mei 2026

Banjir Bandang di Aceh Tenggara

Material Banjir Bandang di Aceh Tenggara Masih Berserakan

Namun, material banjir bandang masih sangat berserakan di pemukiman penduduk yang ada di lokasi-lokasi banjir bandang yang begitu parah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/ASNAWI LUWI
Material bebatuan dan kayu gelondongan menumpuk di lokasi banjir bandang, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (26/11/2023). 

Material Banjir Bandang di Aceh Tenggara Masih Berserakan

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Pasca banjir bandang di Aceh Tenggara yang terjadi pada 14 November 2023, material banjir bandang masih berserakan di pemukiman penduduk, seperti di Desa Titi Pasir Pasar Puntung Kampung Baru Kecamatan Semadam.

Kemudian juga di Desa Lawe Dua Gabungan, Sebudi Jaya, Desa Empat Lima, Desa Pejuang, Desa Rema dan desa lainnya di Kecamatan Bukit Tusam.

Serta Desa Rikit Bur, Desa Rikit Bur II, Desa Kuning I, Desa Kuning II, dan desa sekitarnya, Kecamatan Bambel serta desa lainnya, Desa Darul Aman, Lawe Tua Persatuan, Kecamatan Lawe Sigala-gala dan lainnya.

Baca juga: Pasca Banjir Bandang di Aceh Tenggara, Jaringan Telkomsel Alami Gangguan

Material lumpur dan bebatuan, bahkan kayu gelondongan masih berserakan, padahal Pj Bupati Aceh Tenggara telah mengerahkan gotong royong massal yang melibatkan ribuan ASN dan honorer, TNI/Polri, masyarakat umum lainnya.

Namun, material banjir bandang masih sangat berserakan di pemukiman penduduk yang ada di lokasi-lokasi banjir bandang yang begitu parah seperti Kecamatan Semadam, Bukit Tusam.

Bahkan seperti di Masjid Salman Al Farisy Titi Pasir Kecamatan Semadam, toilet atau MCK belum dibersihkan dan sarana prasarana air bersih belum tersedia di komplek masjid tersebut.

Baca juga: Sempat Terjebak 4 Hari di Lokasi Banjir Bandang Aceh Tenggara, Kini Truk Bisa Melintas Kembali

Akibatnya masyarakat kesulitan mengambil wudhu untuk salat berjamaah.

"Saat ini sedang pembersihan material bebatuan yang menumpuk di saluran parit Desa Kampung Baru.

Dan, lingkungan masyarakat sudah juga dibersihkan bergotong royong yang melibatkan ASN, tenaga honorer, TNI, Polri, masyarakat dan relawan," sebut Camat Semadam, Ary Syafrizal Arma SSTP MSi kepada TribunGayo.com, Minggu (26/11/2023).

Baca juga: Pj Bupati Minta Pj Gubernur Aceh untuk Tetapkan Aceh Tenggara Tanggap Darurat Banjir

Menurutnya, masyarakat membutuhkan air bersih tersedia di Masjid untuk kebutuhan berwudhu ketika salat berjamaah dan juga toilet MCK harus juga disediakan air bersih.

"Karena, saat ini air saluran parit keruh dan berpasir," ujarnya. (*)

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved