Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Tengah

Pemkab Aceh Tengah Peringati HUT PGRI dan Hari Guru 2023, Ini Pesan Sekda

Pemkab Aceh Tengah memeringi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2023.

Penulis: Romadani | Editor: Rizwan
Dok Pemkab
Sekda Aceh Tengah Subhandhy AP MSi menjadi inspektur upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2023 di halaman Setdakab Aceh Tengah, pada Sabtu (25/11/2023). 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Pemkab Aceh Tengah memeringi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2023.

Peringatan diisi berbagai kegiatan dan pelaksanaan upacara dengan inspektur upacara Sekretaris Daerah Aceh Tengah Subhandhy AP MSi di Halaman Setdakab Aceh Tengah, pada Sabtu (25/11/2023).

Subhandhy membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim.

Menteri antara lain menyampaikan bahwa guru sebagai nakhoda yang akan membawa arah dari kapal merdeka belajar yang telah telah diterapkan dalam Pendidikan di seluruh Indonedia.

“Saya optimis bahwa semua pendidik di seluruh Indonesia masih akan terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar, keyakinan ini tumbuh dari hal-hal yang berhasil kita capai bersama dalam empat tahun terakhir,” ujar Subhandhy.

Ia melanjutkan, pada tahun pertama Merdeka Belajar, telah dihapuskan Ujian Nasional dan memberi kepercayaan kepada guru untuk menilai hasil belajar muridnya. 

Baca juga: Wakil Ketua I DPRK Aceh Tengah Edi Kurniawan Apresiasi Rencana 2 Puskesmas Jadi BLUD

Baca juga: Hadiri Upacara Hari Guru Nasional, Suryati Waas Harap Mutu Pendidikan Aceh Tengah Meningkat

“Kita menerapkan Asesmen Nasional agar kita semua berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan, lingkungan belajar yang menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi serta karakter murid,” lanjutnya.

Seperti yang diketahui bersama, tahun lalu telah diluncurkan Kurikulum Merdeka. Jika Asesmen Nasional mengukur tujuan perubahan, Kurikulum Merdeka memberikan petunjuk jalan mencapai tujuan itu. 

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid.

”Ruang untuk belajar dan berbagi di antara sesama guru juga kini semakin luas dengan adanya platform Merdeka Mengajar, jutaan guru di seluruh Indonesia sekarang saling terhubung, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain dalam menerapkan Kurikulum Merdeka,” tambah Subhandhy.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, menyampaikan bahwa saat ini dunia pendidikan sedikit lagi akan mencapaikan target satu juta guru ASN PPPK guna memenuhi kebutuhan guru, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pendidik.

”Yang juga sangat membahagiakan adalah kita sudah semakin dekat untuk mencapai target satu juta guru ASN PPPK guna memenuhi kebutuhan guru, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pendidik,” lanjut Subhandhy.(*)

Baca juga: Daftar UMP 2024 di Seluruh Wilayah Indonesia, Kenaikan Tak Lebih dari Rp 200 Ribu

Baca juga: Sosok Nada, Perempuan Asal Bener Meriah Ikut Audiensi Bintang Radio Tingkat Nasional di Manado

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved