Video
Video Sopir di Aceh Tengah Mengeluh Karena Solar Subsidi Langka dan Sulit Didapat
Afrijal dan Ilham berharap pemerintah dapat mencari solusi terhadap kondisi kelangkaan BBM di Aceh Tengah.
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Bagus Setiawan
Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Antrian kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar membentang beberapa kilometer di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Aceh Tengah pada Selasa, 19 Desember 2023.
Melalui pemantauan Tribungayo.com, terlihat bahwa antrean panjang terjadi di dua SPBU, yaitu SPBU Jalan Lintang dan SPBU Kemili. Sementara itu, di SPBU Tansaril tidak terlihat antrean panjang karena tidak tersedianya solar di stasiun tersebut.
Afrijal (39), seorang pengemudi yang tengah mengantri di SPBU Kemili, menyampaikan bahwa ia telah mengantri dalam waktu yang cukup lama dan kesulitan untuk pulang karena belum mendapatkan pasokan solar.
"Saya sudah mengantri dua hari, kemarin dan hari ini. Kemarin sudah mengantri, namun belum dapat. Hari ini mengantri lagi, dan belum tentu dapat. Kalau belum dapat, saya tidak bisa pulang," ujar Afrijal kepada Tribungayo.com pada Selasa, 19 Desember 2023.
Ia menyatakan bahwa akibat antrian dan keterbatasan pasokan BBM jenis solar, kadang-kadang ia tidak bisa bekerja karena kendaraannya kehabisan bahan bakar.
"Masyarakat membutuhkan solar untuk beraktivitas dan bekerja. Kadang-kadang satu hari kami tidak bekerja karena tidak mendapatkan solar. Kami masyarakat kecil, kepada siapa kami mengadu? Tidak tahu apa-apa, tidak ada minyak bagaimana kami bisa bekerja," tambah Afrijal.
Menurutnya, antrian sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu, tetapi kondisi paling parah terjadi pada bulan Desember ini.
"Antrian ini sudah terjadi sejak 2 bulan lalu. Sudah tidak normal antriannya selama bulan itu. Pasti ada antrian, tidak seperti biasanya," ungkapnya.
Pengemudi lainnya, Ilham Maulana (26), juga mengeluhkan kesulitan beraktivitas akibat kelangkaan dan panjangnya antrian BBM jenis solar.
"Masyarakat membutuhkan solar untuk beraktivitas, seperti kami ini, tidak bisa mengantar barang karena tidak dapat solar. Kadang satu hari kami tidak berangkat karena tidak dapat solar," kata Ilham.
Afrijal dan Ilham berharap pemerintah dapat mencari solusi terhadap kondisi kelangkaan BBM di Aceh Tengah.
Mereka menyatakan bahwa kelangkaan BBM jenis solar membuat mereka kesulitan untuk bekerja dan beraktivitas.
"Kami berharap agar solar dilancarkan ke Takengon agar kami dapat dengan mudah beraktivitas. Karena di Aceh Tengah, kebanyakan kendaraan menggunakan solar. Kami berharap pemerintah dapat memperhatikannya," jelas Ilham.
"BBM ini memang bukan kebutuhan pokok, tapi sekarang sama saja. Jika tidak dapat solar seperti kami ini, kami tidak bisa bekerja karena kami membutuhkan solar," tandas Afrijal. (*)