Rabu, 10 Juni 2026

Kupi Senye

Lut Tawar, Berwisata dengan Sampah

Kalau dari jauh, kita bisa menikmati keindahannya dari berbagai lokasi diantaranya puncak Pantan Terong dan Puncak Origon.

Tayang:
FOR TRIBUNGAYO.COM
Dhiya Jinan Sausan adalah mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Dhiya Jinan Sausan *)

Danau Lut Tawar merupakan satu diantara danau yang terletak di Aceh Tengah dan berada diseputar Kecamatan Lut Tawar, Kebayakan, Bebesan, dan Bintang.

Danau tersebut merupakan danau kebanggan masyarakat disekitarnya dan dijadikan sebagai sumber ekonomi, seperti pariwisata.

Danau ini memiliki panaroma yang sangat indah. Keindahannya bisa kita nikmati dari berbagai sudut dan jarak.

Kalau dari jauh, kita bisa menikmati keindahannya dari berbagai lokasi diantaranya puncak Pantan Terong dan Puncak Origon.

Dari dekat, kita bisa melihat gelombang air danau dari tepian kampung kala, dekat dengan kota Takengon atau di Pantai Menye di kampung Kala Bintang di sudut timur danau.

Danau yang ada di dataran tinggi Aceh ini, luasnya kira-kira 5.472 hektare dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km.

Volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m⊃3; (2,5 triliun liter).berada 1.5000 meter di atas permukaan laut dan terletak di bibir Kota Takengon.

Namun ada yang membuat sedikit kurang nyaman mata memandang karena saat menikmati danau ini dari jarak dekat terlihat sejumlah sampah.

Sampah ini bukan sampah seperti daun kayu atau rerantingan, tapi sampah plastik dan sejenisnya.

Timbulnya pertanyaan-pertanyaan, sebenarnya sampah ini dari mana?

Apakah sampah dari rumah tangga, sampah yang dibuang wisatawan atau sengaja danau indah ini dijadikan tempat sampah?

Kalau dilihat dari bentuknya sampah yang ada di dalam air Danau Lut Tawar, sebagian besar adalah plastik kresek, sedotan, botol air dan sampah mineral dan beberapa styrofoam tempat makanan serta beberapa sampah anorganik lainnya.

Jadi kita bisa berasumsi, ini pasti berasal dari wisatawan dan limbah rumah tangga.

Namun, apakah tidak ada larangan dari pengelola wisata atau pemerintah kepada pengunjung, atau kurangnya kesadaran masyarakat terhadap indahnya Danau Lut Tawar?

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved