Senin, 27 April 2026

Berita Aceh Tengah

Beruang Serang dan Mangsa Ternak Milik Warga Jagong Jeget Aceh Tengah

“Saya lihat dia masuk ke belakang rumah, saya masih sempat rekam dia (beruang) mau ambil ayam kemudian saya teriakin dan akhirnya kabur,” kata Fika.

Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
Dokumen Pribadi Reje Bukit Kemuning
Dua ekor ternak warga Bukit Kemuning tergeletak mati akibat diserang beruang pada Sabtu (15/6/2024). 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Warga Kampung Bukit Kemuning, Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, dilanda keresahan akibat keberadaan beruang yang berkeliaran di area perkebunan dan permukiman.

Beruang tersebut diduga telah memangsa puluhan hewan ternak milik warga setempat.

Menurut kesaksian Fika Lailatul Fadilah, seorang warga setempat, pada Jumat (14/6/2024), beruang tersebut sempat terlihat di belakang rumahnya dan berusaha menjarah barang-barang miliknya.

“Saya lihat dia masuk ke belakang rumah, saya masih sempat rekam dia (beruang) mau ambil ayam kemudian saya teriakin dan akhirnya kabur,” kata Fika pada Sabtu (15/6/2024).

Fika juga mengaku resah dengan keberadaan beruang tersebut, pasalnya pada pada bulan Mei lalu, empat ekor kambing milik keluarganya juga mati akibat serangan beruang tersebut.

“Sebelumya empat ekor kambing disini pernah dimakan malam hari, waktu pagi baru lihat sudah mati, cuman darahnya diisap tapi tidak dimakan,” jelasnya.

Reje Bukit Kemuning, Nanang Tria Permana, saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa pada malam Sabtu dan Minggu (15-16 Juni 2024), empat rumah warga setempat dirusak oleh beruang.

 Selain itu, empat ekor kambing milik warga juga mati akibat serangan beruang tersebut.

“Ada empat rumah papan milik masyarakat diserang, kemudian juga empat ekor kambing mati malam Sabtu dan Minggu kemarin,” kata Nanang kepada Tribungayo.com pada Minggu (16/6/2024).

Lebih lanjut, ia menambahkan untuk mengantisipasi serangan yang dilakukan beruang, warga pun saat ini melakukan patroli setiap malam guna mengusir dan menjaga rumah dan ternak warga lainnya dari serangan beruang.

“Tiap malam masyarakat keliling kadang sampai jam 2 kadang jam 3 masih keliling, karena jumlah beruangnya lebih dari satu,” pungkas Nanang. (*)

Baca juga: Beruang Masuk ke Permukiman di Lempuh Blangkejeren Gayo Lues, Warga Mulai Resah 

Baca juga: Berhasil Diselamatkan, Beruang Madu Yang Terjerat Perangkap Babi di Bener Meriah Dilepas Kembali

Baca juga: Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Bener Meriah, Tangan Kanannya Nyaris Putus

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved