Selasa, 28 April 2026

Paralimpiade Paris 2024

Paralimpiade Paris 2024: Google Buat Doodle Khusus Untuk Petenis Kursi Roda

Google Doodle ini adalah bentuk untuk menghormati keterampilan atletik dari para pemain tenis kursi roda.

Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Bagus Setiawan

TRIBUNGAYO.COM - Di tengah berlangsungnya Paralimpiade Paris, Google pada tanggal 3 September kemarin meluncurkan Google Doodle khusus untuk merayakan tenis kursi roda di Paralimpiade Paris 2024.

Tenis kursi roda sediri didirikan oleh pemain ski gaya bebas asal Amerika Serikat, Brad Parks pada tahun 1976 silam, tenis kursi roda memiliki cara permainan yang sama dengan tenis tetapi diadopsi dengan beberapa modifikasi.

Google Doodle ini adalah bentuk untuk menghormati keterampilan atletik dari para pemain tenis kursi roda.

Doodle yang digunakan Google menampilkan animasi burung.

Dalam doodle tersebut, Google menunjukkan dua burung yang sedang bermain tenis di atas kursi roda di taman Paris yang indah di Jardin du Palais Royal, atau Jardin des Tuileries.

Penontonnya pun berupa animasi burung yang berada di sisi lapangan.

Pertandingan tenis kursi roda, yang dimulai pada 30 Agustus di Paralimpiade Paris, akan berakhir pada 7 September di Stadion Roland Garros, Paris, yang terkenal dengan lapangan tanah liatnya.

Turnamen ini mempertandingkan pertandingan tunggal dan ganda dalam kategori putra, putri, dan paha depan.

Pada tanggal 3 September, petenis Jepang Yui Kamiji, petenis Prancis D.De Groot dan petenis Tiongkok Z.Y. Wang berhasil melaju ke babak semifinal di nomor tunggal putri.

Tokito Oda: Tempat Istimewa Saya

Menjelang pertandingan tunggal tenis kursi roda beberapa Waktu lalu, Oda membagikan foto dirinya di Instagram, tengah membuat harapan di depan Arc de Triomphe, dengan kata "Pemimpi" sebagai caption. 

Pada 1 September 2024, ia sukses melangkah ke babak ketiga turnamen tunggal putra setelah mengalahkan petenis Inggris, Ben Bartram, dengan kemenangan straight set.

Mengutip dari halaman Paralumpic, Saat berusia sembilan tahun, Oda didiagnosis menderita kanker tulang, yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif dan operasi. 

Selama masa perawatannya di rumah sakit, Oda menonton video Shingo Kunieda yang tengah bertanding di final tunggal putra Paralimpiade London 2012, dan dari sanalah ia menemukan kecintaannya pada tenis kursi roda. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved