Kamis, 16 April 2026

Dunia di Ambang Perang Rudal: Ketegangan Rusia, AS, dan NATO Memanas

Ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat dengan ancaman perang rudal yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia

Editor: Malikul Saleh
Tribunnews.com
Rudal 

Dunia di Ambang Perang Rudal: Ketegangan Rusia, AS, dan NATO Memanas

TRIBUNGAYO.COM - Ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat dengan ancaman perang rudal yang melibatkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China. 

Sebagai pemilik kekuatan militer besar, negara-negara ini saling memperkuat pertahanan dengan penyebaran peluru kendali di berbagai wilayah.

Penyebaran rudal oleh Amerika Serikat dan aliansi NATO disebut sebagai pemicu utama ketegangan ini. 

Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan NATO memperluas keberadaan rudal jarak pendek dan jarak menengah ke berbagai penjuru dunia, yang dinilai sebagai ancaman oleh Rusia dan China.

Sebagai respons, Rusia mulai mengambil langkah serupa dengan mendistribusikan peluru kendali jarak pendek dan menengah ke wilayah strategisnya. 

Keputusan ini berpotensi memicu konflik lebih besar, terutama dengan AS dan sekutu NATO.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengungkapkan bahwa negaranya tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan moratorium distribusi misil jarak pendek dan menengah. 

Lavrov menyatakan bahwa keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas tindakan destabilizing Amerika Serikat dan NATO di bidang strategis.

Menurutnya, Rusia melihat peningkatan ancaman dari Amerika Serikat yang mulai menyebarkan senjata kelas ini di berbagai wilayah dunia.

"Saat ini jelas bahwa moratorium kita terhadap penyebaran misil pendek dan menengah tidak lagi praktis dan harus ditinggalkan," kata Lavrov.

"AS dengan arogan mengabaikan peringatan Rusia dan China dan secara praktis telah mulai menyebarkan senjata jenis ini di berbagai wilayah dunia."

Pernyataan ini datang setelah AS menarik diri dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) pada tahun 2019.

Rusia sebelumnya menyatakan tidak akan menyebarkan senjata tersebut selama AS juga tidak melakukannya.

Keputusan Rusia untuk meninggalkan moratorium ini memicu kekhawatiran akan eskalasi senjata dan ketidakstabilan di Eropa dan dunia.

Perjanjian INF merupakan salah satu pilar penting dalam pengendalian senjata nuklir selama beberapa dekade.

Penarikan diri AS telah membuat keseimbangan kekuatan regional menjadi lebih rentan.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Perang Rudal Ancam Dunia, Dipicu AS dan NATO, Rusia Sebar Misil Jarak Pendek dan Menengah

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved