Berita Aceh Tengah

Murid TK IT Al-Hikmah Takengon Senang dengan Menu Makan Bergizi Gratis di Aceh Tengah

Selain meningkatkan asupan gizi, program ini juga membiasakan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat.

Penulis: Romadani | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/ROMADANI
Murid TK IT Al-Hikmah Takengon sedang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (6/1/2025). 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON – Ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai disalurkan ke sejumlah sekolah di Aceh Tengah sejak Senin (6/1/2025) hingga Jumat (10/1/2025).

Program ini menyasar para siswa yang duduk di bangku TK, SMP dan SMA/sederajat yang kini dapat menikmati makan bergizi gratis yang disediakan oleh Badan Gizi Nasional.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, sebanyak 2.825 siswa dari 18 sekolah di pusat Kecamatan Bebesen telah menerima manfaat dari program ini.

Kepala Sekolah TK IT Al-Hikmah Takengon, Ricki, menyebutkan bahwa sekitar 85 persen siswanya senang dengan menu makan bergizi yang disediakan.

"Kalau soal suka atau tidaknya menu, itu kembali lagi pada selera masing-masing anak," ujar Ricki, Senin (13/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa sebagian anak memiliki selera makan yang baik, tetapi ada pula yang cenderung sulit atau memilih-milih makanan.

Hal ini tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga di rumah.

"Secara keseluruhan, sekitar 85 persen anak-anak mau mengonsumsi makanan bergizi yang diberikan," tambahnya.

Menurut Ricki, program makanan bergizi gratis ini sangat positif.

Selain meningkatkan asupan gizi, program ini juga membiasakan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat.

Namun, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan keseimbangan gizi dalam setiap menu agar tujuan program tercapai secara maksimal.

"Yang sudah baik dipertahankan, sementara yang kurang perlu dievaluasi dan diperbaiki," tegasnya.

Dapur utama Badan Gizi Nasional di Aceh Tengah berlokasi di Desa Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen. Jaraknya ke sekolah-sekolah tidak lebih dari 3 kilometer. 

Kepala dapur sekaligus perwakilan Badan Gizi Nasional, Ahmad Ihya Salihin, menyampaikan bahwa pihaknya akan membuka dapur lain secara bertahap.

Setiap hari, menu makanan bergizi yang disediakan berbeda-beda dan disusun oleh ahli gizi.

Namun, ia mengakui bahwa pada hari pertama terdapat kendala dalam penyajian.

"Menu di hari pertama, yaitu bakso tahu, pisang, dan telur, tidak sesuai rencana awal karena proses memasaknya membutuhkan waktu lebih lama," ungkap Ahmad.

Namun, pada hari kedua, menu yang disajikan sudah sesuai dengan standar kecukupan gizi, yaitu ayam semur, jeruk, tumis buncis, dan tempe dengan biaya Rp10.000 per porsi.

Pj Bupati Aceh Tengah, Subhandhy, menyampaikan bahwa program MBG ini merupakan langkah strategis dalam mengatasi stunting dan kurangnya asupan gizi seimbang pada anak-anak di Aceh Tengah.

"Sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi, Aceh Tengah menghadapi tantangan besar dalam mencukupi kebutuhan gizi anak-anak.

Program ini adalah salah satu solusi yang terus kami evaluasi untuk perbaikan ke depannya," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun program ini masih dalam tahap uji coba, hasil awalnya cukup memuaskan dan terus didampingi oleh ahli gizi untuk memastikan kualitasnya.

"Uji coba ini adalah langkah awal. Ke depannya, peningkatan akan terus dilakukan," tutupnya. (*)

Baca juga: Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Tanah Air, BGN Rekrut 30.000 Mitra untuk Suplai

Baca juga: Menteri Agama Pastikan Siswa Pesantren juga Dapat Makan Bergizi Gratis

Baca juga: Tahap Awal Pemberian Makan Bergizi Gratis untuk Bumil dan Busui Dilaksanakan Seminggu Sekali

Sumber: TribunGayo
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved