Senin, 27 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Anjlok Akibat Lonjakan Dolar AS ke Level Tertinggi

Harga emas mengalami penurunan signifikan pada Selasa (14/1/2025) seiring lonjakan nilai dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari...

Editor: Malikul Saleh
Foto IST
Ilustrasi- Emas. 

Harga Emas Anjlok Akibat Lonjakan Dolar AS ke Level Tertinggi

TRIBUNGAYO.COM – Harga emas mengalami penurunan signifikan pada Selasa (14/1/2025) seiring lonjakan nilai dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir. 

Kondisi ini dipengaruhi oleh laporan pekerjaan AS yang kuat, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan berhati-hati dalam memangkas suku bunga sepanjang tahun ini.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot turun 1 persen menjadi $2.661,76 per ons, setelah sebelumnya sempat mencapai titik tertinggi dalam sebulan pada Jumat pekan lalu. 

Sementara itu, harga emas berjangka AS ditutup melemah 1,3 persen di angka $2.678,60 per ons.

"Kinerja laporan pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury. 

Penurunan harga emas ini merupakan respons langsung dari laporan tersebut," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Haberkorn menambahkan bahwa aksi ambil untung turut menjadi faktor penekan harga emas, mengingat logam mulia tersebut mencatatkan kenaikan signifikan pada minggu sebelumnya.

Indeks dolar AS (.DXY) melonjak ke level tertinggi sejak November 2022, mencerminkan kekuatan ekonomi AS yang masih solid. 

Nilai dolar yang lebih tinggi membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Trump akan dilantik sebagai presiden AS minggu depan.

Tarif yang diusulkannya dan kebijakan perdagangan proteksionis diperkirakan akan menimbulkan inflasi dan dapat memicu perang dagang, sehingga menambah daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Investor sekarang menunggu data inflasi AS, klaim pengangguran mingguan, dan penjualan ritel minggu ini untuk wawasan lebih lanjut tentang ekonomi dan rencana kebijakan Fed.

"Jika data inflasi CPI pada hari Rabu menunjukkan tanda-tanda berlanjut, seruan apa pun untuk penurunan suku bunga pada paruh pertama tahun ini akan ditolak mentah-mentah," tulis Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com, dalam sebuah catatan.

Saat ini, pasar memperkirakan pemangkasan sebesar 25 basis poin tahun ini, dibandingkan dengan ekspektasi sebesar 40 basis poin minggu lalu.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Harga perak spot turun 2,6 persen menjadi $29,62 per ons, platinum turun 1,4 persen menjadi $950,90, dan paladium turun 0,5 persen menjadi $943,50.

Harga Emas Indonesia

Sedangkan untuk harga emas Indonesia sendiri per tanggal 14 Januari 2025, berikut rinciannya.

Dikutip dari Kompas.com pada Selasa (14/1/2025), harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk turun Rp 8.000 per gram pada Selasa (14/1/2025), setelah sebelumnya tidak ada perubahan harga. 

Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam kini menjadi Rp 1.560.000 per gram, dari hari sebelumnya Rp 1.568.000 per gram.

Harga buyback hari ini juga terpantau turun Rp 8.000 per gram menjadi Rp 1.406.000 per gram, dari sebelumnya Rp 1.414.000 per gram.

Buyback adalah harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Harga Emas Anjlok 1 Persen, Disebabkan Data Pekerjaan AS yang Baik Sehingga Memperkuat Dolar

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved