Berita Aceh Tengah

Harga Alpukat di Takengon Turun Drastis Menjadi Rp 4.000 per Kilogram

"Alpukat sudah mulai banyak di pasaran, sementara permintaan tidak sebanding dengan jumlah yang ada seperti tahun baru kemarin," ujar Amin.

Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
TRIBUNGAYO.COM/ALGA MAHATE ARA
Harga Alpukat di Takengon Turun Drastis Menjadi Rp 4.000 per Kilogram. 

Laporan Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Harga alpukat di Takengon, Aceh Tengah pada tingkat petani mengalami penurunan signifikan sejak memasuki tahun 2025. 

Pada akhir Desember 2024, harga alpukat mencapai Rp 20.000 per kilogram.

Namun, pada awal Januari 2025, harga tersebut turun menjadi sekitar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.

Penurunan harga ini semakin drastis pada minggu ketiga Januari, di mana harga alpukat di tingkat petani kini hanya berkisar Rp 4.000 per kilogram. 

Penurunan harga yang tajam ini mengejutkan banyak pihak, baik petani maupun pedagang yang selama ini mengandalkan alpukat sebagai salah satu komoditas utama.

Menurut beberapa petani yang ditemui di lokasi, penurunan harga ini disebabkan oleh overproduksi alpukat di beberapa daerah penghasil utama, serta turunnya permintaan dari konsumen di pasar domestik. 

"Alpukat sudah mulai banyak di pasaran, sementara permintaan tidak sebanding dengan jumlah yang ada seperti tahun baru kemarin.

Itu sebabnya harga turun begitu tajam," ujar Amin salah satu petani di kecamatan Bebesen, Minggu (19/1/2025).

Selain itu, beberapa pedagang juga mengungkapkan bahwa harga jual di pasar semakin tertekan akibat harga rendah di tingkat petani, yang turut mempengaruhi daya beli konsumen. 

Di sisi lain, meskipun harga turun, konsumsi alpukat di pasar tetap stabil, mengingat buah alpukat menjadi salah satu komoditas yang paling dicari di pasaran.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi petani alpukat, yang terpaksa menjual produk mereka dengan harga yang jauh lebih rendah dari sebelumnya.

Mereka berharap harga alpukat bisa kembali stabil dalam waktu dekat agar tidak merugikan sektor pertanian mengingat, permintaan buah alpukat yang akan meningkat jelang bulan Ramadan nanti. (*)

Baca juga: Berkah Libur Tahun Baru, Pedagang Alpukat di Bener Meriah Laris Manis

Baca juga: Alpukat Laris Manis Jadi Oleh-oleh Wisatawan yang Liburan Akhir Tahun di Takengon

Baca juga: Harga Alpukat di Takengon Turun, Kini Dijual Rp 25.000/Kilogram

Sumber: TribunGayo
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved