Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Aceh, Nelayan Diminta Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang mengingatkan para nelayan di Aceh.

Tayang:
Editor: Malikul Saleh
TribunGayo.com/Malikul Saleh
BMKG PERINGATI GELOMBANG TINGGI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang mengingatkan para nelayan di Aceh pada Minggu (2/2/2025). 

TRIBUNGAYO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang mengingatkan para nelayan di Aceh untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter. 

Kecepatan angin di perairan Aceh juga diperkirakan berkisar antara 5-25 knots.

Forecaster on Duty (FOD) BMKG SIM, Muhammad Rafli, menyampaikan bahwa kondisi cuaca ini terpantau pada Sabtu (1/2/2025). 

Ketinggian gelombang di seluruh perairan Aceh berada dalam rentang 1,25 hingga 2,5 meter, berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran.

"Kami mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu waspada serta mempersiapkan alat keselamatan sebelum melaut. 

Selain itu, masyarakat di darat juga perlu berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang akibat angin kencang," ujar Rafli.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk beberapa wilayah yang diprediksi mengalami gelombang tinggi, termasuk perairan Banda Aceh-Sabang, Aceh Besar-Meulaboh, Aceh Singkil-Pulau Banyak, perairan selatan Pulau Simeulue, serta perairan Aceh Barat Daya (Abdya)-Simeulue.

Meski begitu, ketinggian gelombang tidak mempengaruhi pelayaran dari Sinabang-Meulaboh dan Ulee Lheu Banda Aceh-Balohan. Hal itu lantaran, pola angin di wilayah perairan Aceh, umumnya bergerak dari Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot.

“Untuk penyeberangan masih relatif normal. Namun, untuk wilayah perairan baik timur maupun barat ketinggian gelombang mencapai 2,5 meter,” kata Rafli.

Hal itu disebabkan adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh. Selain itu, kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di perairan utara Aceh dan perairan barat Aceh juga dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan masa uap air). 

Kondisi tersebut, kata Rafli, berpotensi terhadap pertumbuhan awan konvektif/cumulonimbus (awan hujan), memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut di beberapa wilayah perairan Aceh.

Karena itu, Rafli mengimbau nelayan yang berada di pesisir barat dan timur Aceh agar lebih waspada akan potensi angin kencang ketika pergi melaut. Sebab, potensi berpengaruh terhadap keselamatan pelayaran.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul BMKG Ingatkan Nelayan Aceh, Potensi Gelombang Laut Capai 2,5 Meter

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved