Sabtu, 11 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Tembus 2.900 per Ons, Investor Waspada Ketegangan Perdagangan

Harga emas melonjak di atas $2.900 per ons pada Selasa (18/2/2025), mencatat kenaikan dua hari berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran....

Editor: Malikul Saleh
TRIBUNGAYO.COM/ASNAWI LUWI
EMAS - Harga emas melonjak di atas $2.900 per ons pada Selasa (18/2/2025), mencatat kenaikan dua hari berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ketegangan perdagangan global Rabu (18/2/2025). 

TRIBUNGAYO.COM - Harga emas melonjak di atas $2.900 per ons pada Selasa (18/2/2025), mencatat kenaikan dua hari berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ketegangan perdagangan global.

Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengumumkan rencana penerapan tarif timbal balik. 

Langkah tersebut berpotensi memanaskan kembali perang dagang internasional dan mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas.

Namun, kenaikan harga emas masih dibatasi oleh pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve. 

Dilansir dari Trading Economics, Gubernur Fed Michelle Bowman menegaskan bahwa bank sentral akan tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga. 

Sementara itu, Gubernur Fed Christopher Waller menyatakan lebih memilih menunda pemotongan suku bunga hingga inflasi menunjukkan tren penurunan yang lebih jelas.

Para investor kini menantikan rilis risalah pertemuan terakhir Federal Reserve pada Rabu (19/2/2025). 

Dokumen tersebut akan memberikan gambaran lebih rinci mengenai arah kebijakan moneter ke depan, yang dapat berdampak pada pergerakan harga emas di pasar global.

Saat ini, emas diperdagangkan di berbagai bursa utama dunia, termasuk pasar OTC London, COMEX di Amerika Serikat, dan Shanghai Gold Exchange (SGE). 

Kontrak berjangka emas standar yang berlaku di pasar global memiliki ukuran sebesar 100 troy ons.

Logam mulia ini tetap menjadi investasi menarik di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik.

Konsumsi emas dunia terdiri dari 50 persen perhiasan, 40 persen investasi, dan 10 persen industri, dengan Tiongkok, Australia, AS, dan Indonesia sebagai produsen utama. 

Sementara itu, negara dengan permintaan perhiasan emas terbesar adalah India, Tiongkok, AS, Turki, dan Arab Saudi.  

Selain faktor ekonomi, investor juga terus memantau perkembangan geopolitik, khususnya terkait kemungkinan perjanjian gencatan senjata Rusia-Ukraina, yang dapat mempengaruhi sentimen pasar emas dalam beberapa waktu ke depan.  

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Harga Emas Tembus 2.900 US Dolar per Ons, Didorong Kekhawatiran Perang Dagang

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved