Berita Aceh Tengah
Dampak Efisiensi Anggaran, 27 Staf dan Dosen IAIN Takengon Terancam Dirumahkan
Sebanyak 23 tenaga staf dan empat dosen kini berada dalam masa sulit setelah kampus memutuskan untuk memberhentikan mereka sementara.
Penulis: Romadani | Editor: Mawaddatul Husna
Laporan Romadani | Aceh Tengah
TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON – Suasana di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon terasa berbeda.
Sebanyak 27 staf dan dosen yang telah lama mengabdikan diri di kampus kebanggaan masyarakat Gayo ini terancam dirumahkan akibat keputusan birokrasi kampus terkait efisiensi anggaran.
Sebanyak 23 tenaga staf dan empat dosen kini berada dalam masa sulit setelah kampus memutuskan untuk memberhentikan mereka sementara.
Keputusan ini diambil sebagai dampak dari keterbatasan anggaran dan penundaan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Keputusan pemberhentian sementara ini awalnya diambil karena menurut jadwal, para tenaga pendidik yang telah lulus seleksi PPPK 2024 baru akan menerima gaji dari kementerian mulai tahun 2026.
Sementara itu, kampus mengaku tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membayar mereka selama masa transisi ini.
Namun, tak lama setelah keputusan itu diambil, muncul pernyataan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang intinya bahwa kampus perlu mencari solusi anggaran agar para staf dan dosen tetap bisa bekerja.
"Awalnya kan begitu, mereka tunda lantik sampai Maret 2026, anggaran kampus tidak mampu membayar mereka karena jadwalnya tahun 2025 ini mereka digaji kementrian karena lulus PPPK," kata Kabiro IAIN Takengon, Amrun Saleh, Rabu (12/3/2025).
Akibat keputusan itu banyak pihak yang merasa dirugikan dan menganggap 27 Staf dan Dosen diberhentikan sepihak oleh pihak kampus tersebut.
Kabiro IAIN Takengon mengakui bahwa pihaknya terlalu cepat mengambil keputusan untuk memberhentikan sementara mereka yang telah lulus PPPK 2024.
"Iya kemarin kita terlalu cepat, ternyata besoknya setelah keputusan itu ada pernyataan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mereka harus diupayakan anggaran. Ini sedang kita perjuangkan," jelas Amrun.
Amrun Saleh menyampaikan pihaknya akan mencari solusi anggaran untuk mempertahankan mereka di Kampus IAIN Takengon.
Saat ditanya kapan mereka akan dipanggil kembali ke kampus IAIN Takengon untuk aktif mengajar dan bekerja kembali seperti biasa.
"Kita usahakan secepatnya, kita masih cari solusi untuk hal ini," kata dia. (*)
Baca juga: Cepat Tanggapi Musibah, Baitul Mal Aceh Tengah Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran
Baca juga: Terima Silaturahmi Pimpinan Serambi, Bupati Aceh Tengah Gerakkan Program Kerja dari Masjid
Baca juga: Produksi Sampah di Kabupaten Aceh Tengah Meningkat Selama Ramadan
| Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Berbagai Komunitas Tanam 1.000 Pohon di Aceh Tengah |
|
|---|
| Polres Aceh Tengah Amankan Seorang Pria yang Diduga Gelapkan Uang Setoran Perusahaan Rp40 Juta |
|
|---|
| Polres Aceh Tengah Tangkap Pria yang Ancam Petani dengan Parang |
|
|---|
| Rumah Berkonstruksi Kayu di Silih Nara Hangus Terbakar, Satu Unit Sepeda Motor Ikut Dilalap Api |
|
|---|
| Delapan Segmen Parkir di Aceh Tengah Ternyata Dikuasai Preman, Potensi PAD Rp3,2 Miliar Bocor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/IAIN-TAKNEGONN-90.jpg)