Jumat, 10 April 2026

Berita Nasional

Pemerintah Siapkan 20.000 Unit Rumah Subsidi untuk Guru

Maruarar mengatakan, kriteria guru yang berhak mendapatkan rumah harus menyesuaikan dengan data dari BPS agar tepat sasaran.

Editor: Sri Widya Rahma
Generated by AI
ILUSTRASI RUMAH - Foto ilustrasi rumah diolah menggunakan kecerdasan Meta AI pada Senin (17/3/2025). Pemerintah tengah menggencarkan program perumahan bagi tenaga pendidik dengan rencana pembangunan 20.000 unit rumah subsidi bagi para guru. 

TRIBUNGAYO.COM - Pemerintah tengah menggencarkan program perumahan bagi tenaga pendidik dengan rencana pembangunan 20.000 unit rumah subsidi bagi para guru.

Program ini merupakan inisiatif dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin memastikan para guru memiliki hunian yang layak sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam dunia pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Abdul Mu'ti menegaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru agar mereka lebih termotivasi dalam menjalankan tugasnya.

"Pembangunan rumah untuk guru tersebut ditargetkan sebanyak 20.000 unit rumah. Mudah-mudahan dapat membantu para guru agar lebih semangat dalam bekerja.

Karena masih banyak guru yang belum mempunyai rumah layak huni, ini sesuai keinginan Presiden Prabowo yang sangat perhatian dengan guru di Indonesia," ucap Mu'ti dalam keterangannya, Sabtu (8/3/2025).

Untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran, pemerintah menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) yang juga berkoordinasi dengan Kemendikdasmen.

Guna mendata calon penerima manfaat berdasarkan kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menekankan bahwa data yang akurat sangat diperlukan agar bantuan ini benar-benar diberikan kepada guru yang membutuhkan.

"Agar tepat sasaran kita sangat membutuhkan data masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) karena rumah bersubsidi ini diperuntukkan untuk MBR," ucap Maruarar Sirait.

Maruarar mengatakan, kriteria guru yang berhak mendapatkan rumah harus menyesuaikan dengan data dari BPS agar tepat sasaran.

"Pak Presiden meminta jangan sampai penerima bantuan tidak tepat sasaran dan rumahnya pun harus berkualitas karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa bagi kita," ujarnya.

Maruarar Sirait juga menyebutkan bahwa tujuan pembangunan perumahan dinas untuk guru adalah untuk memastikan guru dapat tinggal dekat dengan lokasi tempat mengajar.

Selain itu, rumah dinas guru juga menjadi bagian dari upaya untuk menarik dan mempertahankan tenaga pengajar di daerah-daerah yang membutuhkan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com.

Baca juga: Jelang Lebaran 2025, Pemerintah Pastikan Tunjangan 1,4 Juta Guru ASN & 392 Ribu Non-ASN Segera Cair

Baca juga: Tunjangan Guru Langsung Ditransfer ke Rekening, Mendikdasmen: Penyaluran Mulai Maret 2025

Baca juga: Rumah Subsidi untuk Guru akan Dibangun, Maruarar: Pak Presiden Berpesan Agar Penerima Tepat Sasaran

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved