Rabu, 13 Mei 2026

Berita Aceh Tengah

Tangis di Hari Kemenangan, Dua Kampung di Linge Aceh Tengah Terjebak Longsor

“Kami tidak minta banyak, hanya satu unit ekskavator. Kalau bisa, stanby-kan saja di Linge karena wilayah kami ini rawan longsor," pungkasnya.

Tayang:
Penulis: Romadani | Editor: Mawaddatul Husna
Dokumen Antara Linge
JALAN LONGSOR - Warga Kampung Kuteni Reje dan Delung Sekinel bersama TNI-Polri bergotong royong memperbaiki akses jalan yang ditutupi material longsor di Kemukiman Wihni Dusun Jamat Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (5/4/2025). Sejak 2 April 2025, jalan utama menuju kedua kampung itu tertimbun longsor akibat hujan deras. 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Suasana Idul Fitri yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi hari-hari penuh perjuangan bagi warga Kampung Kute Reje dan Delung Sekinel, Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Sejak 2 April 2025, jalan utama menuju kedua kampung itu tertimbun longsor akibat hujan deras. Hingga hari ini, bantuan alat berat pun belum sampai.

Ditengah kebahagiaan menyambut hari kemenangan, warga justru harus bergelut dengan lumpur dan tanah. 

Tak ada jalan lain selain bergotong royong, menggunakan cangkul, sekop, dan tangan kosong. 

Mereka tak menyerah, meski material longsor yang menimbun jalan terus kembali turun setiap malamnya karena hujan yang tak kunjung reda.

“Seharusnya kami bisa bersilaturahmi dengan tenang, seperti warga lain. Tapi justru di hari Idulfitri kami terkurung longsor,” ucap Namtara Linge, Minggu (6/4/2025).

Titik longsor terparah berada di Bur Buder, Dusun Tekur, Kampung Delung Sekinel.

Upaya warga sudah dilakukan sejak hari pertama dengan melibatkan aparatur kampung dan Forkopimcam. 

Namun, tanpa alat berat, perjuangan itu seperti melawan tembok besar.

“Sudah kami laporkan ke dinas, tapi belum juga ada ekskavator turun ke lokasi. Padahal ini jalan utama, satu-satunya akses kami keluar masuk kampung,” tambah Namtara.

Harapan pun kini hanya pada perhatian pemerintah. Ia memohon agar pemerintah tidak menutup mata dan segera mengirimkan alat berat sebelum harapan warga benar-benar terkubur bersama tanah longsor.

“Kami tidak minta banyak, hanya satu unit ekskavator. Kalau bisa, stanby-kan saja di Linge karena wilayah kami ini rawan longsor. Jangan biarkan kami sendirian berjuang,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Jalan Takengon- Isaq Sempat Tertimbun Longsor di Hari Kedua Lebaran, Kini Normal Kembali

Baca juga: Akibat Longsor Akses Jalan Bur Lintang Sempat Mati Total, Kini Sudah Bisa Dilewati

Baca juga: Jalan Provinsi Lintas Aceh Timur-Gayo Lues Diterjang Longsor, Banyak Kendaraan Terjebak

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved