Minggu, 7 Juni 2026

Rupiah Terus Melemah, Dekati Level Rp17.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan dan nyaris menyentuh level psikologis Rp17.000. 

Tayang:
Editor: Malikul Saleh
Tribunnews.com
RUPIAH KIAN MELEMAH - Bank Indonesia mengeluarkan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan dan nyaris menyentuh level psikologis Rp17.000.  

TRIBUNGAYO.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan dan nyaris menyentuh level psikologis Rp17.000. 

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin pagi (7/4/2025) pukul 09.13 WIB, kurs rupiah di pasar spot berada di posisi Rp16.920,5 per dolar AS.

Angka ini mencerminkan pelemahan sebesar 1,61 persen atau turun 268 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. 

Bahkan di pasar non-deliverable forward (NDF), rupiah sempat menembus level Rp17.000 per dolar AS, memperlihatkan tekanan jual yang cukup kuat terhadap mata uang Garuda.

Sebagai informasi, NDF adalah kontrak derivatif valas yang memperbolehkan dua pihak melakukan transaksi penukaran mata uang dengan nilai tukar tertentu pada waktu mendatang. 

Pergerakan di pasar NDF sering menjadi indikator sentimen pasar terhadap suatu mata uang.

Pengamat pasar uang Lukman Leong mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah masih cukup besar.

Ia menyebutkan bahwa pelemahan ini dipicu oleh memburuknya sentimen global, terutama karena aksi "risk off" atau penghindaran risiko yang tengah melanda pasar keuangan global.

“Sentimen risk off di pasar sangat kuat, terlihat dari banyaknya mata uang emerging market yang juga mengalami tekanan signifikan pagi ini,” ujar Lukman kepada Kompas.com, Senin (7/4/2025).

Ia menambahkan bahwa pernyataan terbaru dari Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, turut memicu kepanikan pasar. 

Howard menyatakan bahwa kebijakan tarif perdagangan AS tidak akan ditunda, memperbesar kekhawatiran terhadap potensi perang dagang dan dampaknya terhadap perekonomian global.

Risk off merujuk pada situasi saat investor menarik dana dari aset berisiko dan memilih instrumen safe haven seperti dolar AS, emas, atau obligasi.

Lukman juga mencatat, Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan dagang hanya akan terjadi jika defisit perdagangan AS bisa diatasi.

Selain itu, ketegangan perang dagang diperkirakan meningkat. Setelah China, Uni Eropa juga disebut berpeluang merespons tarif impor AS dengan kebijakan serupa.

Sementara itu, beberapa mata uang utama justru menguat terhadap dolar AS pada pagi ini. Penguatan tercatat pada yuan China (CHY), yen Jepang (JPY), euro (EUR), dan poundsterling Inggris (GBP).

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Tak Berdaya, Rupiah Terus Melemah Terhadap USD, Hampir Sentuh 17.000 per Dollar

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved