Selasa, 9 Juni 2026

Berita Aceh Tengah

Dukungan Masyarakat Terhadap Pemekaran Provinsi ALA Kembali Mencuat

Isu pemekaran Provinsi ALA sebenarnya bukan hal baru. Gagasan ini pertama kali mencuat pada tahun 2006 dan sempat mengalami pasang surut. 

Tayang:
Penulis: Cut Eva Magfirah | Editor: Mawaddatul Husna
Dokumen Pribadi Munawir
PEMEKARAN PROVINSI ALA- Masyarakat Bener Meriah, Munawir Arloti. Ia menyatakan bahwa ALA adalah kebutuhan mendesak rakyat Aceh, Selasa (8/4/2025). 

“Semoga saja apa yang kita harapkan dapat tercapai secepatnya, agar masyarakat ALA dapat lebih mandiri dalam segala bidang.” – Syahbudin Yoga

“ALA HARGA MATI.” – Satria Darmawan

“Bagus karena tidak ada pihak yang dirugikan.” – Mulda

“ALA Menyala.” – Ahmad Gunadi.

Respon positif ini menunjukkan bahwa wacana ALA telah menjadi simbol harapan baru bagi percepatan pembangunan dan penguatan identitas budaya dan kultural masyarakat Gayo dan sekitarnya.

Disamping itu Akademisi IAIN Takengon, Sutrisno MA, menilai pemekaran ALA bisa membawa dampak positif seperti mempercepat layanan publik dan pembangunan infrastruktur. 

Ia menyebutkan, pemekaran akan memperpendek jalur birokrasi serta menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang berpotensi menggerakkan roda perekonomian.

“Adanya provinsi baru maka akan terbentuk kantor pemerintah yang baru yang tentunya hal ini akan berdampak pada peningkatan jumlah pegawai dan perputaran perekonomian di pusat provinsi karena adanya pembangunan.

Selanjutnya, masyarakat akan merasakan dampak terutama di bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan kebudayaan yang akan semakin mempertegas budaya dan kearifan lokal masyarakat,” ujarnya saat dihubungi TribunGayo.com.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya memperhitungkan kesiapan fiskal dan administratif. 

Pemekaran provinsi bukan hanya soal keinginan, melainkan juga tanggung jawab besar terhadap pembangunan jangka panjang.

"Dimana kesiapan daerah dan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan dan membangun provinsi ALA tidak sedikit, dimana pemerintah saat ini sedang gencar gencarnya melakukan efisiensi," jelasnya.

Ia turut menyoroti potensi persoalan sosial-politik yang mungkin timbul, seperti konflik kepentingan antar-elite, pergeseran relasi politik dengan Provinsi Aceh induk, hingga munculnya sentimen kedaerahan yang harus diantisipasi sejak awal.

(TribunGayo.com/Cut Eva Magfirah)

Baca juga: Ketum HMI Takengon- Bener Meriah Dukung Pemekaran Provinsi ALA: Jangan Jadi Ajang Elit Politik

Baca juga: Pemekaran Provinsi ALA, Akademisi IAIN Takengon Ungkap Dampak Positif dan Negatifnya

Baca juga: Pemekaran Provinsi ALA Kembali Mencuat, Berikut Pandangan Akademisi

Sumber: TribunGayo
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved