Berita Aceh Tengah
Dukungan Masyarakat Terhadap Pemekaran Provinsi ALA Kembali Mencuat
Isu pemekaran Provinsi ALA sebenarnya bukan hal baru. Gagasan ini pertama kali mencuat pada tahun 2006 dan sempat mengalami pasang surut.
Penulis: Cut Eva Magfirah | Editor: Mawaddatul Husna
“Semoga saja apa yang kita harapkan dapat tercapai secepatnya, agar masyarakat ALA dapat lebih mandiri dalam segala bidang.” – Syahbudin Yoga
“ALA HARGA MATI.” – Satria Darmawan
“Bagus karena tidak ada pihak yang dirugikan.” – Mulda
“ALA Menyala.” – Ahmad Gunadi.
Respon positif ini menunjukkan bahwa wacana ALA telah menjadi simbol harapan baru bagi percepatan pembangunan dan penguatan identitas budaya dan kultural masyarakat Gayo dan sekitarnya.
Disamping itu Akademisi IAIN Takengon, Sutrisno MA, menilai pemekaran ALA bisa membawa dampak positif seperti mempercepat layanan publik dan pembangunan infrastruktur.
Ia menyebutkan, pemekaran akan memperpendek jalur birokrasi serta menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang berpotensi menggerakkan roda perekonomian.
“Adanya provinsi baru maka akan terbentuk kantor pemerintah yang baru yang tentunya hal ini akan berdampak pada peningkatan jumlah pegawai dan perputaran perekonomian di pusat provinsi karena adanya pembangunan.
Selanjutnya, masyarakat akan merasakan dampak terutama di bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan kebudayaan yang akan semakin mempertegas budaya dan kearifan lokal masyarakat,” ujarnya saat dihubungi TribunGayo.com.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya memperhitungkan kesiapan fiskal dan administratif.
Pemekaran provinsi bukan hanya soal keinginan, melainkan juga tanggung jawab besar terhadap pembangunan jangka panjang.
"Dimana kesiapan daerah dan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan dan membangun provinsi ALA tidak sedikit, dimana pemerintah saat ini sedang gencar gencarnya melakukan efisiensi," jelasnya.
Ia turut menyoroti potensi persoalan sosial-politik yang mungkin timbul, seperti konflik kepentingan antar-elite, pergeseran relasi politik dengan Provinsi Aceh induk, hingga munculnya sentimen kedaerahan yang harus diantisipasi sejak awal.
(TribunGayo.com/Cut Eva Magfirah)
Baca juga: Ketum HMI Takengon- Bener Meriah Dukung Pemekaran Provinsi ALA: Jangan Jadi Ajang Elit Politik
Baca juga: Pemekaran Provinsi ALA, Akademisi IAIN Takengon Ungkap Dampak Positif dan Negatifnya
Baca juga: Pemekaran Provinsi ALA Kembali Mencuat, Berikut Pandangan Akademisi
pemekaran
Provinsi ALA
Aceh Tengah
Takengon
Provinsi Aceh Leuser Antara
TribunGayo.com
berita gayo terkini
| Lahan Milik Warga Ketol Aceh Tengah Terbakar, Nyaris Merembet ke Puluhan Hektare Kebun Tebu |
|
|---|
| Bupati Aceh Tengah Instruksikan Evaluasi ASN yang Absen Upacara Hari Lahir Pancasila |
|
|---|
| Petani di Aceh Tengah Mulai Panen Padi Perdana Pascabencana |
|
|---|
| Temas River Park jadi Pilihan Wisata Keluarga pada Akhir Pekan Setelah Iduladha |
|
|---|
| Libur Idul Adha 1447 H, Danau Lut Tawar Takengon Dipadati Pengunjung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Munawir-arloti-masyarakat-Bener-Meriah-0804.jpg)