Minggu, 7 Juni 2026

Gempa Terkini

Papua Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Gempa yang terjadi itu dirasakan dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yaitu II-III Merauke dan II-III Kabupaten Boven Digoel.

Tayang:
Tangkapan Layar Website BMKG
GEMPA PAPUA SELATAN- Tangkapan layar BMKG terkait pusat gempa yang terjadi di Papua Selatan, Kamis (10/4/2025). Gempa yang terjadi itu dirasakan dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yaitu II-III Merauke dan II-III Kabupaten Boven Digoel. 

TRIBUNGAYO.COM -  Papua Selatan diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 5,9 pada Kamis (10/4/2025), pukul 14.53 WIB.

Dilansir dari website Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat 105 kilometer (Km) Tenggara Asmat, Papua Selatan.

Gempa tersebut berada di kedalaman 50 Km dengan lokasi 5,93 LS- 138,77 BT.

Gempa yang terjadi itu dirasakan dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI) yaitu II-III Merauke dan II-III Kabupaten Boven Digoel.

Apa Itu Skala MMI?

Dilansir dari website BMKG, Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. 

Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. 

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut. 

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara. (*)

Baca juga: Simeulue Diguncang Gempa Magnitudo 6,2 Berpusat di Laut 192 Km Barat Laut Sinabang

Baca juga: Banten Diguncang Gempa dengan Kekuatan Magnitudo 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Jumlah Korban Tewas Gempa Myanmar Meningkat Jadi 3.145 Orang

 

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved