Rabu, 15 April 2026

Berita Aceh Tengah Hari Ini

Harga Kentang di Aceh Tengah Hari Ini Naik Tipis Rp 8.500 per Kilogram

Berikut rincian harga kentang berbagai ukuran per kilogramnya di Kabupaten Aceh Tengah, setelah mengalami kenaikan tipis dalam beberapa hari terakhir.

Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Insanu Akbar
HARGA KENTANG - Harga kentang di Aceh Tengah mengalami kenaikan tipis dalam beberapa waktu terakhir, Kamis (19/6/2025). Jainal berharap agar harga kentang ke depan bisa stabil atau meningkat, agar petani tidak merugi akibat fluktuasi harga dan tingginya biaya produksi. 

Laporan Insanu Akbar | Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON - Harga kentang di Aceh Tengah mengalami kenaikan tipis dalam beberapa waktu terakhir, Kamis (19/6/2025).

Informasi ini disampaikan oleh seorang petani kentang yang telah berkecimpung di bidang pertanian selama kurang lebih 10 tahun, Jainal Abidin.

“Saat ini kami menanam bibit kentang varietas Granola EL,” ujar Jainal saat ditemui di lahan pertaniannya.

Hasil panen biasanya ia jual ke pasar melalui pengepul lokal yang dikenal sebagai toke, salah satunya berlokasi di Pasar Paya Ilang, Takengon.

Jainal menyebutkan bahwa ia menjual kentang dalam tiga kategori berdasarkan ukuran super jumbo, sedang, dan kecil (rendang).

Harga jual saat ini adalah Rp 8.500 per kilogram (Kg) untuk ukuran besar, sedang Rp 7.500 per kg, dan kecil Rp 5.000 per kg.

Sebelumnya harga kentang untuk ukuran besar berada di kisaran Rp 7.000 per kg, tercatat terdapat kenaikan sebesar Rp 1.500 per kg.

“Kenaikan harga ini membantu kami, meski masih tergantung juga dengan harga pupuk,” pungkasnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk mendapatkan hasil maksimal dengan biaya pupuk yang kini mencapai Rp 800.000, maka harga jual kentang idealnya harus mencapai setidaknya Rp 8.000 per kg.

Untuk masa tanam, Jainal menyebutkan dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan dari penanaman hingga panen.

Saat ini ia menanam sebanyak 1 ton bibit kentang di lahannya.

Jainal berharap agar harga kentang ke depan bisa stabil atau meningkat, agar petani tidak merugi akibat fluktuasi harga dan tingginya biaya produksi.

“Harapan kami sih harga naik, tapi kalau bisa stabil juga tak masalah. Yang penting cukup untuk menutupi kebutuhan biaya pupuk dan tenaga,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Menhut dan Dubes Inggris Tinjau Koridor Gajah di Aceh Tengah, Konservasi Lahan 80 Ribu Hektar

Baca juga: Terlibat Jaringan Narkoba Antar Provinsi, Polres Aceh Tenggara Ringkus Pria dan Wanita di Medan

Baca juga: Harga Emas di Bener Meriah Tercacat Stabil, London Rp 1.600.000 per gram

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved