Berita Aceh Tengah Hari Ini

Iwan Bintang dan R2 Rilis Single “Hana Keber”, Syair Didong tentang Luka Alam Gayo

Seniman Didong dan penyanyi etnik Gayo, Iwan Bintang kembali merilis single terbarunya berjudul “Hana Keber”.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA
SYAIR DIDONG - Dalam foto Iwan Bintang dan Rio Rendra (R2). Seniman Didong dan penyanyi etnik Gayo, Iwan Bintang kembali merilis single terbarunya berjudul “Hana Keber”, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan terhadap kerusakan lingkungan di Tanah Gayo. Lagu ini diciptakan oleh Ceh Udin Musara dengan aransemen musik oleh R2 (Rio Rendra). 

Ringkasan Berita:
  • Seniman Didong dan penyanyi etnik Gayo, Iwan Bintang kembali merilis single terbarunya berjudul “Hana Keber”, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan terhadap kerusakan lingkungan di Tanah Gayo.
  • Iwan Bintang yang telah berkesenian selama 25 tahun, dikenal sebagai ceh Didong sekaligus vokalis yang konsisten merawat tradisi lisan Gayo.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Seniman Didong dan penyanyi etnik Gayo, Iwan Bintang kembali merilis single terbarunya berjudul “Hana Keber”, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan terhadap kerusakan lingkungan di Tanah Gayo.

Informasi yang dihimpun TribunGayo.com, Kamis (8/1/2026), lagu ini diciptakan oleh Ceh Udin Musara dengan aransemen musik oleh R2 (Rio Rendra).

Iwan Bintang yang telah berkesenian selama 25 tahun, dikenal sebagai ceh Didong sekaligus vokalis yang konsisten merawat tradisi lisan Gayo.

Hingga kini, ia telah melahirkan lima single, dan kerap tampil mengisi berbagai kegiatan seni dan budaya Gayo, termasuk di sejumlah panggung di Jakarta.

Sementara itu, R2 merupakan inisial dari Rio Rendra, musisi yang aktif mengisi banyak panggung seni, baik di dalam maupun luar daerah.

Kolaborasi keduanya dalam “Hana Keber” menghadirkan nuansa etnik yang kuat dengan balutan aransemen yang sederhana namun menghantam perasaan.

Single ini berangkat dari syair Didong berjudul “Apa Kabarmu”, yang ditulis oleh Ceh Udin Musara dan diterjemahkan dari bahasa Gayo oleh Azam.

Penggalan Terjemahan Syair

Bagaimana kabarmu

Wahai Lut Tawar yang tenang

Airnya makin susut

Akibat ulah manusia

Dari rimba raya

Hutan habis ditebang

Kayu habis ditebang

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved