Sabtu, 18 April 2026

Berita Aceh Tenggara Hari Ini

Sopir Mopen Kutacane - Banda Aceh Mengeluh Penumpang Sepi

Sopir mopen Kutacane-Banda Aceh mengeluh penumpang sepi, tarif mahal akibat BBM langka, ditambah jalan rusak dan ancaman longsor.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Budi Fatria
TRIBUNGAYO.COM/RASIDAN
ANGKUTAN UMUM - File foto sejumlah angkutan umum di Terminal Blangkejeren, Selasa (8/4/2025). Penumpang mopen rute Kutacane - Banda Aceh jalur Tengah Tenggara Aceh (Gayo Lues - Takengon) dan Pantai Barat Selatan (Gayo Lues - Abdya) masih sepi, sopir mengeluh. 
Ringkasan Berita:
  • Sopir mopen rute Kutacane – Banda Aceh mengeluh karena jumlah penumpang dari Kutacane sangat sedikit (hanya 2–3 orang) sekali berangkat.
  • Tarif ongkos mencapai Rp 450.000 per orang, dipengaruhi kelangkaan BBM bersubsidi jenis bio solar.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

Tribungayo.com, KUTACANE - Memasuki hari ke-14 puasa Ramadhan 1447 Hijriah, penumpang mopen rute Kutacane - Banda Aceh jalur Tengah Tenggara Aceh (Gayo Lues - Takengon) dan Pantai Barat Selatan (Gayo Lues - Abdya) masih sepi. Akibatnya para sopir mengeluh.

Dimana, saat ini penumpang dari Aceh Tenggara ke Banda Aceh sepi, sementara dari Banda Aceh ke Kutacane mulai lumayan ramai penumpangnya.

"Selama ini kami para sopir hanya mengandalkan penumpang dari Banda Aceh ke Kutacane, kalau dari Kutacane biasanya penumpang dua atau tiga orang," kata salah seorang sopir mopen trayek Kutacane - Banda Aceh, M Zaen kepada tribungayo.com, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, tarif ongkos penumpang dari Kutacane ke Banda Aceh Rp 450.000 per orang.

Baca juga: Harga Kakao di Aceh Tenggara Mulai Merangkak Naik, Kini Rp 32.000/Kg

Mahalnya tarif ongkos penumpang umum ini karena sering terjadi kelangkaan BBM bersubsidi jenis bio solar di wilayah lintasan Gayo Lues - Abdya - Nagan Raya dan Gayo Lues - Takengon.

Jalan Rusak dan Ancaman Longsor

Biasanya penumpang mulai membludak seminggu menjelang Lebaran dan seminggu setelah Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Namun, lintasan di wilayah Tengah Tenggara Aceh pada musim penghujan membuat para sopir khawatir, karena jalan yang sering amblas atau longsor.

Sehingga terkadang mereka menempuh rute jalur Gayo Lues - Babahrot - Nagan Raya - Banda Aceh dengan kondisi jalan yang begitu terjal dan berliku-liku.

Baca juga: Barisan Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara Minta Loka POM Awasi Air Minum Dalam Kemasan

Hal senada diungkapkan Mirsal, sopir mopen lainnya.

Pihaknya berharap kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan PUPR Aceh agar memperbaiki kerusakan ruas jalan serta menambah rambu-rambu lalu lintas di daerah itu, termasuk cermin cembung dan penerangan jalan umum, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas. (*)

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved