Selasa, 9 Juni 2026

Advertorial

Susilawati Desak Pemda Buka Akses Ayun Bergang dan Rusip Antara, Masa Panen jadi Harapan Warga

Wakil Ketua II DPRK Aceh Tengah, Susilawati, mendesak Pemerintah Daerah agar segera membuka akses jalan menuju Ayun Bergang.

Tayang:
ISTIMEWA
DESAK PEMDA BUKA AKSES - Wakil Ketua II DPRK Aceh Tengah, Susilawati, mendesak Pemerintah Daerah agar segera membuka akses jalan menuju Ayun Bergang. Hal itu mengingat terdapat tiga desa di wilayah tersebut yang harus melintasi Kabupaten Bener Meriah dan hingga kini masih mengalami keterisolasian akibat bencana, Sabtu (13/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Selain Ayun Bergang, Susilawati juga meminta agar pembukaan akses ke Kecamatan Rusip Antara dijadikan sebagai prioritas utama.
  • Menurutnya, keterisolasian wilayah tersebut berdampak langsung terhadap distribusi logistik, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
  • Dalam kesempatan yang sama, Susilawati juga menekankan pentingnya percepatan pendataan desa-desa yang harus direlokasi akibat bencana.

TribunGayo.com, TAKENGON - Wakil Ketua II DPRK Aceh Tengah, Susilawati, mendesak Pemerintah Daerah agar segera membuka akses jalan menuju Ayun Bergang.

Mengingat terdapat tiga desa di wilayah tersebut yang harus melintasi Kabupaten Bener Meriah dan hingga kini masih mengalami keterisolasian akibat bencana.

Susilawati menyampaikan, pembukaan akses jalan tersebut menjadi sangat penting karena saat ini masyarakat di wilayah Ayun Bergang sedang memasuki masa panen durian dan kopi.

Menurutnya, akses yang terbuka akan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri serta mengurangi ketergantungan terhadap bantuan logistik.

“Ini bukan hanya soal akses jalan, tapi soal keberlangsungan hidup masyarakat. Saat ini mereka sedang panen durian dan kopi.

Jika akses dibuka, hasil panen bisa dikeluarkan dan ketergantungan terhadap bantuan bisa terurai,” ujar Susilawati, Sabtu (13/12/2025).

Selain Ayun Bergang, Susilawati juga meminta agar pembukaan akses ke Kecamatan Rusip Antara dijadikan sebagai prioritas utama.

Menurutnya, keterisolasian wilayah tersebut berdampak langsung terhadap distribusi logistik, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Susilawati juga menekankan pentingnya percepatan pendataan desa-desa yang harus direlokasi akibat bencana.

Sejumlah Desa Tak Mungkin Lagi Ditempati

Ia mengingatkan bahwa sejumlah desa saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditempati karena kondisi tanah yang mengalami retakan serius.

Beberapa desa yang dinilai tidak lagi layak huni diantaranya Desa Burlah, Bintang Pepara, dan Desa Serempah.

Kondisi tanah di wilayah tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat jika tetap dipaksakan untuk ditinggali.

“Pendataan desa relokasi harus segera dirampungkan. Ada desa yang sudah tidak bisa lagi dihuni karena tanahnya retak dan berisiko tinggi.

Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Susilawati berharap pemerintah daerah bergerak cepat dan mengambil langkah konkret agar bencana alam tidak berkembang menjadi bencana sosial.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved