Akses Jalan Nasional
Akhir Januari 2026, BPJN Aceh Mulai Bangun Jembatan Permanen Teupin Mane Bireuen
BPJN Aceh akan memulai pembangunan jembatan permanen Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Birueun pada akhir Januari 2026.
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mawaddatul Husna
Ringkasan Berita:
- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh akan memulai pembangunan jembatan permanen Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Birueun pada akhir Januari 2026.
- Pembangunan ini merupakan upaya peningkatan konektivitas dan keselamatan lalu lintas pada ruas jalan nasional yang terdampak bencana.
- Jembatan baru tersebut akan memiliki panjang sekitar 160 meter dan dibangun berdampingan dengan jembatan eksisting Bailey Teupin Mane yang sebelumnya selesai dikerjakan pada Senin (15/12/2025).
TribunGayo.com, TAKENGON - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh akan memulai pembangunan jembatan permanen Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Birueun pada akhir Januari 2026.
Pembangunan ini merupakan upaya peningkatan konektivitas dan keselamatan lalu lintas pada ruas jalan nasional yang terdampak bencana.
Jembatan permanen Teupin Mane direncanakan dibangun di sisi sebelah kiri jembatan awal yang saat ini masih digunakan.
Jembatan baru tersebut akan memiliki panjang sekitar 160 meter dan dibangun berdampingan dengan jembatan eksisting Bailey Teupin Mane yang sebelumnya selesai dikerjakan pada Senin (15/12/2025).
“Jembatan akan dibangun sepanjang 160 meter Disamping jembatan Bailey,” kata Kasatker PJN Wilayah III Aceh, Azis, Kamis (8/1/2026).
Menurut BPJN Aceh, konstruksi jembatan akan menggunakan struktur box girder baja, yang dinilai lebih kuat dan tahan terhadap kondisi medan serta cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jalan dan memperpanjang umur layanan infrastruktur.
Penanganan 18 Titik Longsor Jalan Amblas
Selain pembangunan jembatan, BPJN Aceh juga akan memulai penanganan 18 titik longsor dan jalan amblas pada ruas jalan penghubung Teupin Mane Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah.
Penanganan titik-titik rawan tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada akhir Januari secara bertahap.
BPJN Aceh menegaskan bahwa seluruh pekerjaan akan dilaksanakan sesuai dengan standar teknis dan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama masa konstruksi.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti rambu-rambu lalu lintas yang telah disediakan di sekitar lokasi pekerjaan.
Pembangunan dan penanganan ini diharapkan dapat memperlancar arus transportasi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tengah Aceh. (***Alga Mahate Ara***)
Baca juga: Mulai Hari Ini, BPJN Aceh Fungsikan Jembatan Bailey Umah Besi
Baca juga: Kolaborasi BPJN Aceh dan TNI: Jembatan Bailey Jamur Ujung Dikebut, Progres Capai 50 Persen
Baca juga: Dituding Lamban Penanganan Jalan Nasional Blangkejeren-Takengon, Begini Tanggapan BPJN Aceh
| Mulai Hari Ini, BPJN Aceh Fungsikan Jembatan Bailey Umah Besi |
|
|---|
| Jalan Nasional Gayo Lues–Aceh Tenggara Longsor, Kementerian PU Targetkan Bisa Dilalui 7 Januari |
|
|---|
| Akses Aceh Tengah-Gayo Lues Pulih, Ruas Sp Uning-Owaq Kembali Bisa Dilalui Kendaraan Roda Empat |
|
|---|
| Pascabanjir dan Longsor, Kementerian PU Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Gayo Lues |
|
|---|
| Dirjen Bina Marga Turun Langsung Tinjau Jalan Rusak Akibat Bencana di Gayo Lues |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/BPJN-Aceh-0801.jpg)