Rabu, 8 April 2026

Pemilu 2024

Perbandingan Pemilu Tahun 1955 dengan Sekarang

Banyak kalangan yang menilai bahwa pemilihan umum 1955 merupakan Pemilu yang paling demokratis yang dilaksanakan di Indonesia.

Kompas.com
Pemilihan umum pertama kali dilaksanakan pada 1955 pasca Kemerdekaan Indonesia. Pemilu tersebut merupakan tonggak demokrasi pertama di Indonesia. 

Perbandingan Pemilu Tahun 1955 dengan Sekarang

TRIBUNGAYO.COM - Pemilihan umum (Pemilu) pertama kali dilaksanakan pada 1955 pasca Kemerdekaan Indonesia.

Adapun pemilihan umum 1955 tersebut merupakan tonggak demokrasi pertama di Indonesia.

Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan umum ini menandakan telah berjalannya demokrasi di kalangan rakyat.

Presiden Soekarno dalam pidatonya di Istana Negara dan Parlemen pada 17 Agustus 1955 menegaskan bahwa “pemilihan umum jangan diundurkan barang sehari pun, karena pada pemilihan umum itulah rakyat akan menentukan hidup kepartaian kita yang tidak sewajarnya lagi, rakyatlah yang menjadi hakim”.

Baca juga: Sukseskan Pemilu dan Pilkada 2024, Mendagri Harap Polri Aktif Petakan Potensi Konflik

Penegasan ini dikeluarkan karena terdapat suara-suara yang meragukan terlaksananya pemilu sesuai dengan jadwal semula.

Banyak kalangan yang menilai bahwa pemilihan umum 1955 merupakan Pemilu yang paling demokratis yang dilaksanakan di Indonesia.

Seperti diketahui saat ini bangsa Indonesia sedang menanti gelaran Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari mendatang.

Lalu apa perbandingannya antara Pemilu 1955 dengan Pemilu yang dilaksanakan sekarang?

Baca juga: 1.000 Pimpinan Pesantren Berkumpul di Jabar, Suarakan Tolak Kampanye Pemilu 2024 di Lokasi Pesantren

Dalam proses pemilihan umum 1955 terdapat 100 partai besar dan kecil yang mengajukan calon-calonnya untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan 82 partai besar dan kecil untuk Dewan Konstituante.

Selain itu masih ada 86 organisasi dan perseorangan akan ikut dalam pemilihan umum.

Dalam pendaftaran pemilihan tidak kurang dari 60 persen penduduk Indonesia yang mendaftarkan namanya (kurang lebih 78 juta), angka yang cukup tinggi yang ikut dalam pesta demokrasi yang pertama.

Persiapan Pemilu ini dirintis oleh Kabinet Ali Sastroamidjojo I.

Baca juga: Bak Pemilu, SMAN 5 Takengon Gelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dengan Program P5

Pada bulan Mei 1954, pemerintah membentuk Panitia Pemilu yang kemudian merencanakan pelaksanaan Pemilu dalam dua tahap:

1. Pemilu tahap pertama, dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota DPR.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved