Minggu, 10 Mei 2026

Gempa Terkini

Jelang Subuh, Bener Meriah Diguncang Gempa Magnitudo 2,8

Gempa yang dirasakan di Bener Meriah dan Aceh Tengah itu masuk dalam skala III-IV MMI.

Tayang:
Website BMKG
GEMPA BENER MERIAH - Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 2,8 pada Minggu (4/1/2025) pukul 03.54 WIB atau menjelang waktu Subuh. Gempa yang yang dirasakan di Bener Meriah dan Aceh Tengah itu masuk dalam skala MMI III-IV. 
Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 2,8 pada Minggu (4/1/2025) pukul 03.54 WIB atau menjelang waktu Subuh.
  • Gempa yang dirasakan di Bener Meriah dan Aceh Tengah itu masuk dalam skala III-IV MMI.

TribunGayo.com, REDELONG - Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 2,8 pada Minggu (4/1/2025) pukul 03.54 WIB atau menjelang waktu Subuh.

Dilansir dari website Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) disebutkan pusat gempa berada di darat 6 kilometer barat Bener Meriah, titik lokasi 4,75 LU-96,81 BT.

Gempa yang dirasakan di Bener Meriah dan Aceh Tengah itu masuk dalam skala III-IV MMI.

MMI merupakan singkatan dari Modified Mercalli Intensity.

Dikutip dari laman resmi BMKG, skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain.

Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan.

Terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Arti dari Skala MMI Mulai MMI I Sampai MMI XII

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara. (*)

Baca juga: Kabar Baik, Status Gunung Burni Telong Resmi Turun ke Level II Waspada

Baca juga: Gunung Burni Telong Siaga: Aktivitas Stabil, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

 

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved