Status Gunung Burni Telong

Aktivitas Vulkanik Gunung Burni Telong Sepekan Terakhir: 87 Gempa Terekam, Status Tetap Waspada

Berdasarkan data harian yang dihimpun dari tim pengamat Ihsan Nopa Abadi dan Suwardi Putra, tercatat total sebanyak 87 kejadian gempa.

Penulis: Bustami | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
GUNUNG BURNI TELONG - Tampak Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, 2025. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong rutin melaporkan kondisi terkini gunung yang terletak di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. 
Ringkasan Berita:
  • Aktivitas kegempaan Gunung Burni Telong periode 3-8 Januari 2026 tercatat sebanyak 87 kejadian.
  • Secara visual, gunung setinggi 2.623 mdpl ini sering tertutup kabut (0-I hingga 0-III).
  •  Asap kawah tidak teramati selama sepekan pengamatan.
  • Status aktivitas tetap di Level II (Waspada).
  • Warga diminta tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan peningkatan aktivitas

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami I Bener Meriah 

TribunGayo.com, REDELONG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong rutin melaporkan kondisi terkini gunung yang terletak di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Baca juga: Kabar Baik, Status Gunung Burni Telong Resmi Turun ke Level II Waspada

Selama periode pengamatan Sabtu (3/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026), aktivitas kegempaan masih fluktuatif namun konsisten terekam.

Data yang dihimpun TribunGayo.com, Jumat (9/1/2026), jika akumulasi kegempaan di Gunung Burni Telong periode 3 hingga 8 Januari 2026.

Berdasarkan data harian yang dihimpun dari tim pengamat Ihsan Nopa Abadi dan Suwardi Putra, tercatat total sebanyak 87 kejadian gempa dengan rincian sebagai berikut:

  • Gempa Vulkanik Dalam (VA): 74 kali (aktivitas paling dominan)
  • Gempa Vulkanik Dangkal (VB): 13 kali
  • Gempa Tektonik Lokal: 2 kali
  • Gempa Tektonik Jauh: 4 kali

Puncak kegempaan vulkanik terjadi pada tanggal 5 Januari dengan 18 kali gempa Vulkanik Dalam, dan pada 6 Januari dengan total 21 gempa gabungan vulkanik dalam dan dangkal.

Sementara secara visual, gunung setinggi 2623 meter dari permukaan laut (mdpl) ini sering tertutup kabut 0-I hingga 0-III.

Namun begitu asap kawah tidak teramati selama sepekan terakhir, cuaca di sekitar puncak dilaporkan sering mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada tanggal 4, 5, dan 8 Januari dan suhu udara di sekitar pos pengamatan berkisar antara 17°C hingga 24°C.

Baca juga: Status Gunung Burni Telong Turun ke Waspada, 1.659 Warga Timang Gajah Kembali ke Rumah

Status dan Rekomendasi Keamanan

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Burni Telong masih berada pada Level II (Waspada). 

Mengingat curah hujan yang cukup tinggi dan adanya aktivitas kegempaan, pihak PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan.

  • Radius Aman: Masyarakat, pengunjung, maupun pendaki dilarang mendekati areal kawah dalam radius 3 kilometer.
  • Bahaya Gas: Masyarakat diimbau tidak berada di daerah fumarol dan solfatara (lubang gas) saat cuaca mendung atau hujan, karena konsentrasi gas vulkanik yang meningkat dapat membahayakan keselamatan jiwa.
  • Kewaspadaan: Warga diharapkan tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan peningkatan kegempaan di masa mendatang.

Data ini merupakan hasil pengamatan resmi dari Badan Geologi, KESDM, yang dilaporkan secara berkala melalui sistem MAGMA-VAR. (*)

Baca juga: Gunung Burni Telong Siaga: Aktivitas Stabil, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved