Banjir Bener Meriah

Siswa SDN Uning Mas Bener Meriah Belajar di Tenda Darurat, Butuh Meja dan Alat Tulis

Tanpa kursi dan meja, mereka belajar beralaskan tikar dengan bimbingan 11 guru yang setia mendampingi.

Penulis: Bustami | Editor: Sri Widya Rahma
ISTIMEWA
KBM BENER MERIAH - Siswa SDN Uning Mas, Kabupaten Bener Meriah saat mengikuti proses belajar di bawah tenda darurat pascabencana banjir bandang, Jumat (9/1/2026). Semangat belajar siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Uning Mas, Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah seolah tak surut meski sekolah mereka kini rata dengan tanah.  
Ringkasan Berita:
  • Semangat belajar siswa SDN Uning Mas tetap tinggi meski sekolah mereka hancur total akibat banjir bandang akhir November 2025.
  • Sejak Senin (5/1/2026), kegiatan belajar mengajar berlangsung di tenda darurat yang didirikan TNI, Polri, dan masyarakat di tengah jalan desa.
  • Puluhan siswa kelas 1-6 belajar tanpa kursi dan meja, hanya beralaskan tikar, dengan bimbingan 11 guru yang setia mendampingi.
 

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami I Bener Meriah 

TribunGyao.com, REDELONG - Semangat belajar siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri Uning Mas, Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah seolah tak surut meski sekolah mereka kini rata dengan tanah. 

Baca juga: Kunjungi Sekolah di Bener Meriah, Jenderal Maruli Tegaskan Pendidikan Anak tidak Boleh Terhenti

Pascabencana banjir bandang hebat yang menerjang pada akhir November 2025 lalu, puluhan siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah tenda darurat.

Sejak Senin (5/1/2026), tenda yang didirikan secara swadaya oleh TNI, Polri dan masyarakat di tengah jalan desa tersebut menjadi "ruang kelas" bagi siswa kelas 1 hingga 6. 

Tanpa kursi dan meja, mereka belajar beralaskan tikar dengan bimbingan 11 guru yang setia mendampingi.

Butuh Uluran Tangan: Meja Plastik dan Alat Tulis

Kepala SDN Uning Mas, Maskur mengungkapkan bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan karena seluruh fasilitas sekolah hancur total tanpa sisa.

"Tidak ada fasilitas yang bisa diselamatkan. Sekolah yang dulunya kokoh sekarang rata dengan tanah, begitu juga dengan puluhan rumah warga," ujar Maskur kepada TribunGayo.com, Jumat (9/1/2026).

Ia menekankan bahwa saat ini kebutuhan mendesak para siswa adalah sarana penunjang belajar yang portabel. 

"Siswa kami sangat butuh meja belajar plastik, alat tulis, dan papan tulis agar proses belajar tidak terlalu berat bagi mereka yang sekarang harus duduk di lantai (tikar)," tambahnya.

Baca juga: Kesaksian Tetangga, Sebelum Pasutri di Bener Meriah Meninggal Dibunuh

Komitmen Pemerintah Daerah

Merespons kondisi tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Saidi M Nurdin SPd MPd, menyatakan bahwa pemerintah terus memantau kesiapan sekolah pascabencana.

Ia mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan.

"Kegiatan ini adalah langkah nyata Pemda untuk memastikan pendidikan tidak berhenti. Alhamdulillah, meski di tenda darurat, antusiasme siswa dan guru sangat luar biasa di hari-hari pertama masuk sekolah ini," kata Saidi 

Saidi lalu menegaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait sedang berupaya agar aktivitas pembelajaran di wilayah terdampak bencana dapat kembali pulih secara bertahap. 

Harapannya, bantuan dari berbagai pihak dapat segera mengalir guna menunjang kelayakan fasilitas bagi peserta didik. (*)

Baca juga: Tetangga Ungkap Gelagat tak Biasa Pasutri di Bener Meriah Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved