Banjir Bener Meriah

Komunitas Desember Kopi Gayo Sambangi Seladang Kafe, Kopi dan Lampu Teplok Dibalut Lumpur

Lumpur masih melekat di mana-mana. Bangunan yang dulu hidup dengan obrolan, gelak, dan uap kopi, kini luluh lantak.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mawaddatul Husna
ISTIMEWA
SELADANG KAFE - Tim Desember Kopi Gayo saat berada di Seladang Kafe, Bener Meriah, Jumat (9/1/2026). Tim diterima dengan penuh persaudaraan oleh Sedikit Gembel dan istri. 

Ringkasan Berita:
  • Satu-satunya akses menuju Seladang, yang berada di Jalan Takengon–Bireuen, Kampung Jamur Ujung, kini hanya bisa dilalui lewat Karang Rejo, Kabupaten Bener Meriah.
  • Jalur dari Pante Raya dan Jamur Oloh telah putus total, disapu banjir bandang dan tanah longsor.
  • Jalan yang dulu mengantar aroma kopi dan tawa, kini menjadi batas yang memisahkan sebelum dan sesudah.

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Perjalanan menuju Seladang Kafe bukan lagi perjalanan biasa.

Ia berubah menjadi ziarah sunyi ke sebuah ikon ngopi di kebun kopi Tanah Gayo yang kini tinggal jejak, lumpur, dan kenangan.

Komunitas Desember Kopi Gayo akhirnya tiba di Seladang Kafe pada Jumat (9/1/2026) 

Sadikin Gembel dan istrinya, Hasanah Silang, menyambut dengan senyum yang ditahan dan pelukan yang panjang.

Pelukan orang-orang yang baru saja melewati sesuatu yang besar, pahit, dan tak terucap seluruhnya dengan kata-kata.

Satu-satunya akses menuju Seladang, yang berada di Jalan Takengon–Bireuen, Kampung Jamur Ujung, kini hanya bisa dilalui lewat Karang Rejo, Kabupaten Bener Meriah.

Jalur dari Pante Raya dan Jamur Oloh telah putus total, disapu banjir bandang dan tanah longsor.

Jalan yang dulu mengantar aroma kopi dan tawa, kini menjadi batas yang memisahkan sebelum dan sesudah.

Gembel, pria berambut gondrong dengan jenggot yang mulai memutih mengajak Tim masuk ke area kafe kebun.

Lumpur Masih Melekat

Lumpur masih melekat di mana-mana. Bangunan yang dulu hidup dengan obrolan, gelak, dan uap kopi, kini luluh lantak.

Tim Desember Kopi Gayo yang hadir terdiri atas Fikar W Eda, Devie Matahari, Azzam Pegayon, dan Iwan Bintang.

Tim berdiri diantara sisa-sisa yang tak lagi utuh, tapi justru terasa sangat bernyawa. Seladang Kafe bukan tempat sembarangan.

Di sinilah November Kopi Gayo 2016 pernah digelar cikal bakal yang setahun kemudian menjelma menjadi Desember Kopi Gayo, sebuah perayaan budaya kopi dan komunitas.

“Sebuah bangunan tempat ngopi yang dibangun di sini,” kata Gembel, pelan, sambil menunjuk tanah yang kini diinjak oleh para tim Desember Kopi Gayo.

Sumber: TribunGayo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved