Status Gunung Burni Telong
Gunung Burni Telong Bertahan di Level Waspada: Gempa Vulkanik Turun, Tektonik Naik
Meski jumlahnya berkurang, keberadaannya tetap menjadi indikator utama bahwa aktivitas di bawah permukaan masih aktif.
Penulis: Bustami | Editor: Sri Widya Rahma
Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengonfirmasi bahwa aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah masih fluktuatif namun cenderung aktif.
Baca juga: Update Gunung Burni Telong, 17 Januari 2026: Alami Belasan Gempa Vulkanik
Berdasarkan laporan pengamatan terbaru periode Minggu (18/1/2026), gunung api setinggi 2.623 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut tetap menyandang Status Level II (Waspada).
Meskipun asap kawah tidak teramati secara visual (nihil), instrumen seismograf merekam pergerakan energi yang signifikan dari bawah permukaan.
Tercatat telah terjadi 11 kali gempa Vulkanik Dalam dan peningkatan frekuensi gempa Tektonik Lokal sebanyak 4 kali kejadian.
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Burni Telong, Muhammad Saiful Zulkiram, dalam laporannya menyatakan jika kondisi cuaca di sekitar puncak dilaporkan cerah hingga berawan dengan suhu udara stabil di angka 18-24 °C.
Menyikapi perkembangan ini, PVMBG mengeluarkan larangan keras bagi pendaki, wisatawan, maupun masyarakat setempat untuk tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer (Km).
Selain itu, warga diperingatkan untuk menjauhi area lubang gas (fumarola) karena risiko gas beracun yang dapat meningkat sewaktu-waktu, terutama saat cuaca mendung atau hujan.
Baca juga: Update Aktivitas Gunung Burni Telong: Gempa Vulkanik Meningkat, Status Waspada Bertahan
Analisis Perbandingan Aktivitas
Pada Sabtu (17/1/2026), terekam sebanyak 13 kali gempa vulkanik dalam.
Namun, pada laporan Minggu (18/1/2026) angka ini menurun tipis menjadi 11 kali.
Meski jumlahnya berkurang, keberadaannya tetap menjadi indikator utama bahwa aktivitas di bawah permukaan masih aktif.
Selain itu, dalam sehari terakhir terjadi kenaikan aktivitas pada kategori gempa tektonik lokal.
Jika pada 17 Januari hanya tercatat 2 kali kejadian, pada 18 Januari jumlahnya meningkat dua kali lipat menjadi 4 kali kejadian dengan durasi mencapai 46 detik.
Maka hal ini menunjukkan adanya penyesuaian lempeng atau patahan di sekitar area gunung. (*)
Baca juga: Dalam Dua Hari 25 Gempa Vulkanik Terdeteksi di Gunung Burni Telong, Warga Dilarang Mendekati Kawah
gunung
Burni Telong
aktivitas
status
Redelong
Bener Meriah
TribunGayo.com
berita tribun gayo hari ini
berita bener meriah hari ini
gempa
| Gunung Burni Telong di Bener Meriah Masih Bergeliat, Dua Hari Bisa 31 Kali Gempa Vulkanik Dalam |
|
|---|
| Aktivitas Kegempaan Burni Telong Bener Meriah Melandai, Warga Tetap Diminta Jauhi Kawah |
|
|---|
| Karst Aceh: Waspadai Gempa Dangkal Burni Telong, Jadi Penentu Kesiapsiagaan |
|
|---|
| Aktivitas Vulkanik Gunung Burni Telong Meningkat Pasca Gempa 4,1 |
|
|---|
| Bener Meriah Diguncang Gempa 4,1, Ini Status Gunung Burni Telong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Gunung-Api-Burni-Telong-di-Kecamatan-Timang-Gajah-1.jpg)