Senin, 8 Juni 2026

Status Gunung Burni Telong

Bener Meriah Diguncang Gempa 4,1, Ini Status Gunung Burni Telong

Berdasarkan hasil analisis BMKG, titik koordinat gempa berada pada 4.92 LU dan 96.82 BT, dengan pusat gempa berlokasi di darat sekitar 21 Km.

Tayang:
Penulis: Bustami | Editor: Budi Fatria
Pos Pengamatan Gunung Burni Telong
GEMPA BENER MERIAH - Penampakan secara visual Gunung Burni Telong, pada, Selasa (3/2/2026). Hari ini, Kabupaten Bener Meriah diguncang gempa magnitudo 4,1. 
Ringkasan Berita:
  • Gempa berkekuatan Magnitudo 4,1 terjadi pada Selasa (3/2/2026) pukul 05.38 WIB di darat, sekitar 21 km utara Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 km.
  • Aktivitas vulkanik Burni Telong tidak menunjukkan peningkatan signifikan pascagempa, status tetap Level II (Waspada). 

 

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

Tribungayo.com, REDELONG – Masyarakat Kabupaten Bener Meriah, dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik, pada Selasa (3/2/2026) subuh. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan Magnitudo 4,1 tersebut terjadi tepat pada pukul 05.38 WIB, di saat warga menjalankan ibadah Shalat Subuh.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, titik koordinat gempa berada pada 4.92 LU dan 96.82 BT, dengan pusat gempa berlokasi di darat sekitar 21 Km arah Utara Kabupaten Bener Meriah di kedalaman dangkal 10 Km.

​Sementara hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Baca juga: Gunung Burni Telong Bener Meriah Masih Bergeliat: 11 Gempa Vulkanik Terekam dalam Dua Hari

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. 

Status Burni Telong Masih Waspada

Terkait aktivitas vulkanik, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong, Suwardi Putra, kepada TribunGayo.com, Selasa (3/2/2026) menyampaikan bahwa, gempa tektonik ini tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan kegempaan vulkanik

Status Gunung Burni Telong hingga saat ini masih tetap berada pada Level II (Waspada). 

Suwardi menjelaskan bahwa hasil evaluasi kegempaan secara menyeluruh baru bisa dilaporkan keesokan harinya setelah pengamatan penuh selama 24 jam.

"Tidak ada kenaikan yang signifikan, hasil kegempaan baru bisa dilaporkan besok, setelah pengamatan 24 jam," ujarnya.

Namun perlu dipahami bahwa status waspada bukan berarti gunung akan segera meletus, melainkan sebuah peringatan bagi warga dan wisatawan untuk tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan. 

Terpenting masyarakat dilarang keras mendekati kawah aktif dalam radius 3 Km, serta diimbau menghindari area lubang gas (fumarola dan solfatara), terutama saat cuaca mendung atau hujan karena risiko akumulasi gas beracun yang meningkat. 

Kemudian warga diingatkan untuk selalu memastikan informasi hanya bersumber dari sumber resmi. (*)

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved