Minggu, 26 April 2026

Berita Bener Meriah Hari Ini

Waspada Takjil Berwarna Mencolok, Dinkes Bener Meriah Ingatkan Bahaya Boraks dan Formalin

Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa momen berbuka puasa warga tetap aman dari kontaminasi zat aditif yang dilarang.

Penulis: Bustami | Editor: Sri Widya Rahma
Dokumen Prokopim Bener Meriah
BAHAYA TAKJIL - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Bener Meriah, Riswandika Putra. Riswandika Putra pada Selasa (24/2/2026), menekankan pentingnya sikap selektif demi menjaga kesehatan selama bulan suci Ramadan. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bener Meriah mengimbau masyarakat untuk selektif dalam memilih jajanan saat berbuka puasa.
  • Warna yang berlebihan pada makanan sering kali menjadi indikator adanya penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pewarna sintetis, boraks, hingga formalin yang sangat berisiko bagi tubuh. 
  • Dinkes Bener Meriah terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengawasan ketat serta pemantauan lapangan terhadap jajanan yang beredar. 

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Selama bulan Ramadan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bener Meriah mengimbau masyarakat untuk selektif dalam memilih jajanan saat berbuka puasa.

Baca juga: Ramadan 2026, Masjid Al Azhar Lawe Loning Sediakan Takjil Gratis untuk Umum dan Musafir

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Bener Meriah, Riswandika Putra pada Selasa (24/2/2026), menekankan pentingnya sikap selektif demi menjaga kesehatan selama bulan suci Ramadan.

Bahaya Makanan dan Minuman dengan Warna Mencolok

Riswandika menyoroti fenomena munculnya makanan dan minuman dengan tampilan warna yang terlalu mencolok atau kontras.

Menurutnya, warna yang berlebihan sering kali menjadi indikator adanya penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pewarna sintetis, boraks, hingga formalin yang sangat berisiko bagi tubuh. 

Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih jeli dan tidak hanya tergiur oleh tampilan luar dagangan yang dijajakan di pinggir jalan.

"Kita imbau untuk selektif dalam menyantap makanan, khususnya pada jajanan berbuka puasa takjil, ayl hindari makanan yang berwarna mencolok dan kontras," katanya

Lanjutnya, karena jajanan tersebut dikhawatirkan mengandung bahan-bahan kimia berbahaya seperti pengawet kimia (boraks), formalin, hingga bahan pewarna lainnya.

Baca juga: Ramadan 2026: Berikut Waktu Terbaik Membaca Al-Quran di Bulan Suci

Dinkes Bekerjasama dengan BPOM

Sebagai langkah nyata, Dinkes Bener Meriah tidak tinggal diam dan akan terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan pengawasan ketat serta pemantauan lapangan terhadap jajanan yang beredar. 

"Sebagai langkah pengawasan, Dinkes Bener Meriah bersama BPOM akan terus berkoordinasi dan memantau jajanan tersebut," ungkapnya.

Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa momen berbuka puasa warga tetap aman dari kontaminasi zat aditif yang dilarang.

Tak hanya bagi pembeli, imbauan tegas juga ditujukan kepada para pedagang.

Riswandika lalu juga meminta seluruh pelaku usaha pangan untuk menjaga kebersihan dengan menutup rapat dagangannya agar terhindar dari debu jalanan maupun lalat yang dapat membawa penyakit.

Para pedagang diingatkan untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dengan hanya menggunakan bahan baku yang aman dikonsumsi. 

"Jadi sinergi antara pedagang yang jujur dan pembeli yang cerdas, diharapkan ibadah puasa masyarakat Bener Meriah dapat berjalan sehat dan penuh berkah," pungkasnya. (*)

Baca juga: SMPN 1 Kutacane dan SMPN 1 Badar Aceh Tenggara Gelar Dinul Islam Ramadan

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved