Berita Aceh Hari Ini

Lebih Satu Bulan Pascabanjir Bandang, Puluhan Rumah di Bireuen Masih Tertimbun Lumpur

Ishak Ranto (60) salah seorang pemilik rumah yang sedang duduk di bangku depan rumah mengatakan, ia tidak sanggup membersihkan rumah.

Serambinews.com
BERSIHKAN RUMAH BERLUMPUR - Sejumlah rumah di Desa Krueng Beukah, Peusangan Selatan, Bireuen dipenuhi lumpur tebal bawaan banjir bandang yang terjadi akhir November 2025. Hingga Sabtu (10/1/2026), puluhan rumah di Desa Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen masih tertutup lumpur tebal yang belum sepenuhnya dibersihkan. 

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari satu bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kabupaten Bireuen, kondisi sejumlah permukiman warga masih memprihatinkan. 
  • Hingga Sabtu (10/1/2026), puluhan rumah di Desa Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen masih tertutup lumpur tebal yang belum sepenuhnya dibersihkan.
  • Ishak Ranto (60) salah seorang pemilik rumah yang sedang duduk di bangku depan rumah mengatakan, ia tidak sanggup membersihkan rumah karena endapan lumpur yang tebal.

TRIBUNGAYO.COM – Lebih dari satu bulan berlalu sejak banjir bandang melanda Kabupaten Bireuen, kondisi sejumlah permukiman warga masih memprihatinkan. 

Hingga Sabtu (10/1/2026), puluhan rumah di Desa Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen masih tertutup lumpur tebal yang belum sepenuhnya dibersihkan.

Dilansir dari Serambinews.com berdasarkan pantauan di lapangan menunjukkan hanya beberapa rumah yang mulai dibersihkan.

Sementara sebagian besar lainnya masih terkubur endapan lumpur yang mengeras, menyulitkan proses pembersihan secara manual.

Satu unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan endapan lumpur di badan jalan utama desa. 

Alat tersebut juga digunakan untuk membuat saluran di pinggir jalan agar aliran air tidak kembali meluap.

Selain Desa Ulee Jalan, kondisi serupa juga terjadi di Dusun T Ben Lung. Puluhan rumah di Dusun T Ben Lung masih dipenuhi endapan lumpur.

Sejumlah warga sedang membersihkan lumpur. Sebagian rumah seperti dibiarkan begitu saja, pintu terbuka dan lumpur masih tebal.

Warga Tak Sanggup Bersihkan Lumpur Tebal

Ishak Ranto (60) salah seorang pemilik rumah yang sedang duduk di bangku depan rumah mengatakan, ia tidak sanggup membersihkan rumah.

Baru sebagian dibersihkan, sedangkan lainnya masih dipenuhi endapan lumpur tebal.

Warga Desa Ulee Jalan Peusangan Selatan, Asnawati (35) yang menempati rumah guru sebagai tempat pengungsian mengatakan, mereka belum mampu membersihkan rumah.

Rumah konstruksi kayu bercampur triplek sudah rusak dan masih tertimbun lumpur tebal.

Keadaan yang sama juga disampaikan Juliani, salah seorang ibu rumah tangga warga setempat. Rumah masih dipenuhi endapan lumpur dan rusak. 

Ia berharap  semoga dibangun rumah lagi karena kondisi rumah semi permanen sekarang tertimbun lumpur dan jaraknya sudah dekat tinggal beberapa meter lagi dengan sungai.

“Saat kejadian kami selamatkan diri ke pusat desa Ulee Jalan, lokasi lebih tinggi dan lebih dekat dari
rumah,” ujarnya.

Air Naik Sepinggang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved