Kupi Senye
Pernikahan: Ikatan Suci yang Tak Boleh Dipermainkan
Rumah tangga tanpa visi masa depan akan cepat lelah, sementara rumah tangga yang punya arah akan selalu punya energi untuk melangkah.
Oleh: Mahbub Fauzie SAg MPd *)
Pernikahan bukan sekadar pertemuan dua insan yang saling mencintai. Ia bukan pula hanya pesta meriah dengan hiasan dan doa.
Lebih jauh dari itu, pernikahan adalah ikatan suci, perjanjian berat antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk menapaki jalan hidup bersama, menanggung suka dan duka, hingga sama-sama menghadap Sang Khalik.
Karena itu, tidak elok rasanya jika pernikahan dijadikan main-main.
Pernikahan harus dipersiapkan dengan matang. Ia tidak boleh dilakukan dengan tergesa, apalagi hanya karena dorongan sesaat atau ikut-ikutan tren.
Ada tanggung jawab besar yang menanti setelah ijab kabul terucap
Ada amanah yang harus dijaga: menjaga pasangan, menjaga keturunan, menjaga nama baik keluarga, dan menjaga kehormatan agama. Maka sebelum melangkah, calon pasangan harus benar-benar saling mengenal dengan baik.
Bukan mengenal sebatas nama, wajah, atau pekerjaan, melainkan mengenal akhlak, kepribadian, kebiasaan, bahkan cara berpikir.
Karena pernikahan bukan perkara sehari dua hari, melainkan perjalanan panjang yang akan ditempuh seumur hidup.
Jangan sampai hanya mengenal kulit luar, lalu kaget ketika menghadapi kenyataan yang sesungguhnya.
Sekufu, Restu Orang Tua dan Fondasi Rumah Tangga
Dalam tradisi kita, ada istilah bibit, bobot, dan bebet. Bibit artinya asal-usul atau latar belakang keluarga. Bobot adalah kualitas pribadi, ilmu, akhlak, dan keterampilan hidup. Sementara bebet adalah status sosial atau kedudukan dalam masyarakat.
Meskipun istilah ini sering dianggap kuno, sejatinya ia mengandung nasihat bijak: pilihlah pasangan dengan penuh pertimbangan.
Bukan sekadar karena cinta buta, tetapi juga karena ada kesepadanan dan kesesuaian yang menumbuhkan harmoni dalam rumah tangga.
Islam sendiri mengajarkan tentang pentingnya kufu’ atau sekufu, yaitu kesetaraan antara suami dan istri dalam hal-hal tertentu.
Sekufu bukan berarti harus sama persis dalam semua hal, tetapi ada titik temu yang membuat rumah tangga tidak timpang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Mahbub-Fauzie-SAg-MPd.jpg)