Senin, 25 Mei 2026

Kupi Senye

Idul Adha Menyembelih Sifat Kebinatangan dalam Diri

Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan nilai ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan demi kemaslahatan yang lebih besar.

Tayang:
ISTIMEWA
OPINI TRIBUN GAYO - Iman Ahmadi SPd I merupakan Reje Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Ia menulis opini berjudul "Idul Adha Menyembelih Sifat Kebinatangan dalam Diri", Minggu (24/5/2026). 

Oleh: Iman Ahmadi SPd I *)

Idul Adha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum spiritual untuk menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang masih melekat dalam diri manusia, seperti kesombongan, keangkuhan, egoisme, kemalasan, dan sikap merasa paling benar.

Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan nilai ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan demi kemaslahatan yang lebih besar.

Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun kampung yang maju dan harmonis.

Semangat kurban hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kerelaan berkorban tenaga, waktu, pikiran, dan materi untuk kepentingan bersama.

Gotong royong membersihkan lingkungan, menjaga fasilitas umum, membantu warga yang membutuhkan, serta berpartisipasi dalam pembangunan kampung merupakan bentuk nyata pengorbanan yang bernilai ibadah.

Di Kampung Keramat Mupakat, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan.

Ketika masyarakat mampu menanggalkan sifat arogan dan mementingkan diri sendiri, maka persatuan akan semakin kuat dan pembangunan dapat berjalan lebih baik.

Idul Adha mengingatkan kita bahwa keberhasilan sebuah kampung tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas akhlak masyarakatnya.

Mari jadikan hari raya kurban sebagai momentum introspeksi diri, menyembelih sifat sombong dan egois, serta menumbuhkan semangat pengabdian demi kemajuan Kampung Keramat Mupakat yang kita cintai.

"Kurban yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu mengalahkan hawa nafsu, mengutamakan kepentingan bersama, dan rela berkorban demi kemajuan masyarakat."

*) Penulis adalah Reje Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

KUPI SENYE adalah rubrik opini pembaca TribunGayo.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca juga: Jadwal Puasa Arafah 2026: Lengkap dengan Keutamaan dan Bacaan Niatnya

Baca juga: Menjelang Idul Adha 27 Mei, Ini Lima Kriteria yang Harus Dipenuhi Penyembelih Kurban

Sumber: TribunGayo
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved