Pacuan Kuda
Mengenal Pacuan Kuda, Olahraga Tradisional Suku Gayo
Jenis olahraga ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda yang biasanya digelar saat memasuki musim panen tiba, yaitu panen hasil pertanian.
Penulis: Cut Eva Magfirah | Editor: Mawaddatul Husna
Mengenal Pacuan Kuda, Olahraga Tradisional Suku Gayo
TRIBUNGAYO. COM - Pacuan kuda merupakan salah satu olahraga yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Suku Gayo.
Jenis olahraga ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda yang biasanya digelar saat memasuki musim panen tiba, yaitu panen hasil pertanian.
Selain itu, pacuan kuda juga merupakan bentuk pesta rakyat yang dilaksanakan pada perayaan-perayaan hari besar di Tanah Gayo, baik di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.
Di Aceh Tengah biasanya pacuan kuda dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Takengon dan HUT Republik Indonesia.
Baca juga: Ingin Suasana Ngopi Berbeda? 4 Coffee Shop Instagramable di Gayo Ini Layak Dikunjungi Kaum Milenial
Sedangkan di Bener Meriah dan Gayo Lues pacuan kuda ini dilaksanakan sekali dalam setahun yang masuk dalam kalender even Aceh.
Dalam gelaran pacuan kuda tersebut, kuda yang dimainkan dalam perlombaan ini basanya adalah kuda hasil persilangan antara kuda australia dan kuda gayo.
Nah, kuda ini dikenal dengan sebutan ‘Astaga’ yakni Australia-Gayo, yang ukuranya lebih besar dan larinya lebih cepat.
Hal yang paling menarik perhatian dalam perlombaan pacuan kuda ini, ialah diikuti oleh para joki cilik, yang rata-rata dari mereka masih bersekolah di tingkat SMP.
Menurut kebiasaan suku Gayo tidak ada hadiah bagi para pemenang perlombaan pacuan kuda ini.
Akan tetapi, bagi mereka yang memenangkan perlombaan ini akan mendapatkan "gah" yaitu marwah gengsi atau status sosial yang dipertahankan dan dipertaruhkan.
Usai perlombaan ini, masyarakat setempat menyambut kemenangan dengan mengadakan perayaan dan syukuran dengan memotong hewan ternak dan makan bersama.
Sejarah Pacuan Kuda Gayo
Melansir dari repository.ar-raniry.ac.id Mukti Ali dalam skripsi yang berjudul “Persepsi Masyarakat Gayo Tentang Pacuan Kuda”. Pacuan kuda merupakan olahraga yang sudah menjadi tradisi dan budaya masyarakat gayo.
Olahraga ini sudah ada sejak dahulu sebagai hiburan rakyat yang sudah terselenggara sebelum Belanda menginjakkan kakinya di Tanah Gayo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Olahraga-Pacuan-Kuda-di-Takengon-Aceh-Tengah.jpg)