Berita Aceh Tenggara
Ternak yang Terindikasi PMK di Aceh Tenggara Bertambah
Ternak yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Aceh Tenggara dilaporkan terus bertambah.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Jafaruddin
Laporan Asnawi I Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE – Ternak yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Aceh Tenggara dilaporkan terus bertambah.
Sepekan yang lalu jumlah ternak yang terindikasi PMK sekitar 11 ekor.
Namun, data terbaru yang diperoleh Tribungayo.com, jumlah ternak sapi yang terindikasi PMK menjadi 21 ekor.
Baca juga: 11 Ekor Sapi di Aceh Tenggara Diduga Terjangkit Virus PMK
Artinya dalam beberapa hari terakhir ini, terjadi penambahan ternak yang terindikasi PMK.
“Saat ini ada 21 ekor sapi yang diduga terjangkit PMK ,” ujar Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Aceh Tenggara Riskan SP MM,
didampingi Kabid Peternakan dan Keswan, Khairil Anwar ST, kepada Tribugayo.com, Senin (11/7/2022).
Sapi yang diduga terjangkit PMK tersebut berada di Desa Darul Amin, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara.
Baca juga: Seratusan Ternak di Gayo Lues Terindikasi Wabah PMK, Ini Kecamatan Terbanyak Kasus
"Dari 21 ekor sapi yang diduga terjangkit, 11 ekor sudah diambil sampel darah,” ujar Kadistan Aceh Tenggara.
Sampel darah dari ternak sapi yang diduga terjangkit virus PMK itu telah dibawa ke Laboratorium Balai Veteriner Medan.
Kemungkinan, hasilnya beberapa hari lagi akan keluar.
Baca juga: Simak Tips Mengolah Daging Kurban Agar Aman dari Wabah PMK
Setelah keluar hasilnya baru dapat dipastikan penyakit pada ternak tersebut.
Ditambah Kadistan Agara, saat ini jumlah ternak milik masyarakat yang tersebar di 16 Kecamatan dalam Aceh Tenggara ribuan ekor.
Di antaranya, sapi berjumlah 4.797 ekor, kerbau 176 ekor, kambing 6.398 ekor, dan ternak kuda sebanyak 94 ekor.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Kepala-Diastan-Aceh-Tenggara-Riskan-SP.jpg)