Aceh Tenggara
Baju Mesikhat Gayo-Alas Diminati Kaum Wanita dan Pria, Ini Modelnya
Baju motif Alas-Gayo ini di produksi oleh perajin di kawasan Kuta Buluh Kota, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Budi Fatria
Laporan Asnawi | Aceh Tenggara
TRIBUNGAYO.COM, KUTACANE - Baju mesikhat motif Alas-Gayo ramai diminati oleh kaum perempuan dan pria, khususnya di Aceh Tenggara.
Baju motif Alas-Gayo ini di produksi oleh perajin di kawasan Kuta Buluh Kota, Kecamatan Lawe Bulan, kabupaten setempat.
Model bajunya cukup cantik, rapi dan indah bila dipakai kaum wanita maupun pria.
Asmawati, salah seorang perajin kepada TribunGayo.com, Senin (18/7/2022) mengaku, dirinya sudah puluhan tahun bekerja sebagai perajin baju mesikhat motif Alas-Gayo.
Menurutnya, mereka sudah turun-temurun memproduksi baju mesikhat motif Alas-Gayo tersebut.
“Kami sudah turun-temurun memproduksi baju ini hingga ke enam anak saya sudah mampu memproduksi sendiri,” ujar Asmawati.
Jelasnya, dalam memproduksi baju motif Alas-Gayo memakan waktu lebih kurang satu minggu hingga 10 hari kerja.
Baca juga: Apabila Anda ke Gayo, Jangan Lupa Cicipi Makanan Khas Gayo Ini
Dalam memproduksinya kata Asmawati memang memakan waktu lama karena masih secara tradisional, hal itu guna menjaga kualitas dan kerapiannya.
Sementara itu, untuk harga baju bermotif Alas-Gayo ini dijual dengan harga bervariasi tergantung modelnya.
Seperti baju gamis motif Alas-Gayo dijual senilai Rp 1.500.000 ribu.
Sedangkan untuk jenis dompet motif Alas-Gayo dijual seharga Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu/buah sesuai ukurannya.
Kemudian, ada juga payung adat Alas yang dijual seharga Rp 1 juta.
Serta untuk Sal dijual senilai Rp 120 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gayo/foto/bank/originals/Baju-Motif-Alas-Gayo.jpg)