Jumat, 8 Mei 2026

Amalan Shalat

Ini Keutamaan Membaca Rutin Surat Al Kahfi pada Hari Jumat

Keutamaan Membaca Rutin Surat Al Kahfi 10 ayat pertama Pada Hari Jumat dan uraian suratnya dari ayat 1-10

Tayang:
Penulis: Magang | Editor: Mawaddatul Husna
Tribunnews.com
Keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat. 

Ada waktu-waktu dan ayat-ayat tertentu yang apabila dibaca mendapatkan pahala yang besar. Seperti surat Al Kahfi yang memiliki keutamaan apabila dibaca di hari Jumat.

TRIBUNGAYO.COM – Keutamaan membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat.

Umat Islam dianjurkan untuk membaca Alquran setiap setelah shalat untuk mendapatkan pahala dan petunjuk dalam hidup.

Ada waktu-waktu dan ayat-ayat tertentu yang apabila dibaca mendapatkan pahala yang besar.

Seperti surat Al Kahfi yang memiliki keutamaan apabila dibaca di hari Jumat.

Surat Alkahfi termasuk dalam golongan surat Makiyyah, karena surat ini diturunkan di kota Mekkah.

Baca juga: Apakah Boleh Lakukan Shalat Jamak Perjalanan Takengon-Banda Aceh? Begini Penjelasannya

Surat Al Kahfi merupakan surat ke-18 dalam Alquran terdiri dari 110 ayat.

Selain mendapatkan pahala, surat Al Kahfi juga memiliki banyak manfaat.

Berikut keutamaan membaca surat Al Kahfi di hari Jumat:

Diampuni Dosa

Surat Al Kahfi dapat mengampuni dosa orang yang membacanya, seperti dalam sabda Rasulullah dalam hadist yang diriwayatkkan oleh Abu Bakar bin Mardawaih:

“Siapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka akan memancar cahaya dari telapak kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat”.

Mendapatkan Ridha Allah SWT

Membaca surah Al Kahfi di hari Jumat juga memiliki manfaat, mendapatkan ridha Allah SWT dan dijauhkan dari perasaan gelisah.

Baca juga: Dahsyatnya Bacaan Ayat Kursi Setelah Shalat, Ini Kata Syekh Ali Jaber Semasa Hidupnya

Di riwayatkan oleh HR Ahmad, rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang membaca surat Al Kahfi maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya dan siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi”.

Dijauhkan Dari Godaan Setan

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan kekhilapan, setan yang menjadi pengganggu manusia menjadi salah satu faktornya.

Tidak hanya diampuni dosa dan mendapat ridho dari Allah SWT, surah Al Kahfi juga dapat menjauhkan manusia dari godaan setan.

Baca juga: Ingin Selamat Dunia Akhirat? Amalkan Doa Ini Usai Shalat Wajib

Rasulullah SAW bersabda “sebuah rumah yang selalu dibacakan surah Al Kahfi dan surat Al-Baqarah maka rumah itu tidak akan dimasuki oleh setan sepanjang malam tersebut. Dengan demikian bacalah surat Al Kahfi agar terhindar dari gangguan setan yang terkutuk”.

Dilindungi dari Fitnah Dajjal 

Orang islam yang sering membaca surat Al Kahfi bahkan dapat menghafal 10 ayat pertama akan dilindungi dari fitnah Dajjal.

Hadist yang mengatakan hal tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Hibban:

"Barang siapa membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfimaka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal".

Selengkapnya, simak bacaan surat Al Kahfi ayat 1-10 berikut ini:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١

al-hamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.

قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ ٢

qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Artinya: (Dia juga menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.

مّٰكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ ٣

mākiṡīna fīhi abadā

Artinya: Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ ٤

wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

Artinya: (Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengangkat seorang anak.”

مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا ٥

mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

Artinya: Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا ٦

fa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

Artinya: Maka, boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ٧

innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya.

وَاِنَّا لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ ٨

wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā

Artinya: Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering.

اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا ٩

am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā

Artinya: Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami?

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا ١٠

iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

Artinya: (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami". (Eva Lestari/magang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved